Zulkifli Berkilah ke DPP PDIP Diundang Makan Megawati
Ia mengaku datang atas undangan Megawati Soekarnoputri untuk makan siang bersama.
Penulis:
Taufik Ismail
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Meski kedatangannya pada Kamis siang (18/6/2016) berbarengan dengan rapat rutin partai PDIP yang kini membahas Pilkada, Zulkifli Hasan membantah ada pembicaraan politik bersama Ketua Umum Megawati dan pengurus PDIP.
Ia mengatakan kedatangannya ke kantor DPP Partai berlambang banteng tersebut dalam kapasitasnya sebagai ketua MPR bukan sebagai ketua Umum PAN.
Ia mengaku datang atas undangan Megawati Soekarnoputri untuk makan siang bersama.
"Tadi saya ada acara MPR selesai jam 1 saya janji ke pak Hasto (Sekjen PDIP). Kebetulan saya engga sempet makan dan diajak makan bu Megawati makan cakalang sup iga pake kacang merah," ujar Zulkifli saat keluar dari kantor DPP.
Menurut Zulkifli, ia bertemu Megawati yang merupakan ketua umum partai pemenang Pemilu.
Ia menyampaikan mengenai amandemen GBHN yang akan dibahas bersama fraksi pada 22 Agustus mendatang.
"PDIP kan partai besar saya sampaikan rencana 22 Agustus utntuk mengambil keputusan penting soal haluan negara (GBHN) akan dipaparkan nanti tanggal 22 Agustus. Setelah itu kita dengarkan fraksi-fraksi seperti apa. Kalau disepakati maka jadi haluan negara dan diproses lebih lanjut saya report kepada bu Mega," ujarnya.
Namun usai pertemuan yang berlangsung kurang lebih satu jam tersebut, Zulkifli diantar Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang menenteng dokumen.
Pantauan Tribunnews dokumen tersebut berisi peta pencalonan kepala daerah PDIP di sejumlah wilayah.
Saat ditanyakan kepada Zulkifli, tidak ada sama sekali pembicaraan mengenai Pilkada DKI.
Hal itu ditandai dengan pin baju dan kendaraan yang ia pakai.
"Tidak ada (Pilkada) hanya itu (GBHN) kita bahas. Karena saya tadi pake baju ketua MPR, tidak secara khusus persolaan pilkada," ujarnya.