Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tidak Perlu Risau Masuknya Tenaga Kerja Asing ke Indonesia

Masyarakat pun harus mampu menyikapi fenomena ini dengan semakin memperbaiki dan meningkatkan keterampilan atau skill masing-masing

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Tidak Perlu Risau Masuknya Tenaga Kerja Asing ke Indonesia
ilustrasi tenaga kerja asing 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Badan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan (BPEK) DPP PDI Perjuangan, Effendi Sianipar mengharapkan masyarakat Indonesia tidak risau apalagi sampai takut dengan masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia.

Ini merupakan konsekuensi dari diberlakukannya pasar bebas di kawasan Asia.

Masyarakat pun harus mampu menyikapi fenomena ini dengan semakin memperbaiki dan meningkatkan keterampilan atau skill masing-masing.

"Tidak perlu takut dengan fenomena tenaga kerja asing yang katanya membanjiri pasar Indonesia. Kita justru takut kalau bangsa ini tidak pintar dan bodoh," kata Effendi dalam pernyataannya, Rabu (24/8/2016).

Effendi menuturkan, ‎menghadapi masuknya pekerja asing, partainya menggelar pelatihan manajer penggerak ekonomi kerakyatan.‎

Menurutnya, langkah tersebut dapat melatih kader PDI Perjuangan melakukan keterampilan di bidang ekonomi kerakyatan di seluruh Indonesia.

Rekomendasi Untuk Anda

Pelatihan yang dilakukan oleh PDI Perjuangan adalah pembentukan dan pemberdayaan perkoperasian dan pelatihan kewirausahaan.

"‎Bagaimana membuat masyarakat semakin sejahtera dan terhindar dari kemiskinan dengan semakin sehatnya perekonomian," kata ‎pria yang juga merupakan anggota komisi V DPR RI tersebut.

‎Hali ini, lanjut Effendi juga merupakan komitmen dari Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang selalu ingin berjuang bersama rakyat dan memajukan kesejahteraan rakyat.

"‎Semua kader partai diperintahkan untuk selalu dekat pada masyarakat dan memberi kontribusi sesuai dengan tugasnya di partai yang bertujuan meningkatkan ekonomi kerakyatan," imbuhnya.

Sebagai badan otonom PDI Perjuangan, BPEK merencanakan gelar pelatihan ‎manajer penggerak ekonomi kerakyatan enam kali dalam satu tahun.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas