Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kaukus Pancasila Nilai BIN Tidak Mampu Deteksi Ancaman Teror Medan

Ia juga menegaskan BNPT dan Kepolisian harus menjelaskan kepada masyarakat atas sikap lengah aparatnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kaukus Pancasila Nilai BIN Tidak Mampu Deteksi Ancaman Teror Medan
TRIBUN MEDAN/Riski Cahyadi
Personel Brimob berjaga di halaman Gereja Katolik Stasi Santo Yosep pascaperistiwa teror bom di lokasi tersebut, Medan, Sumatera Utara, Minggu (28/8/2016). Polisi menangkap satu orang laki-laki yang mencoba melakukan bom bunuh diri di dalam Gereja Katolik Stasi Santo Yosep. TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Teror bom di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep Medan menunjukkan bahwa Kementerian Agama tidak berhasil membangun budaya toleransi di masyarakat.

Anggota Kaukus Pancasila dari Fraksi PKB DPR RI Maman Imanulhaq menegaskan Kementerian Agama gagal membangun budaya toleransi itu sejak dini di kalangan genarasi muda.

“Peristiwa ini merupakan bukti nyata bahwa intoleransi dan radikalisme telah merasuk ke generasi muda bangsa. Ini sangat berbahaya,”  tegasnya kepada Tribunnews.com, Senin (29/8/2016).

Ia juga menegaskan BNPT dan Kepolisian harus menjelaskan kepada masyarakat atas sikap lengah aparatnya.

Maman prihatin atas kinerja intelijen yakin Badan Intelijen Negara (BIN) kecolongan dan tidak mampu mendeteksi sebelum aksi tersebut terjadi.

Kaukus Pancasila juga mengkritisi program deradikalisasi yang dinilai gagal dalam menghapuskan aksi teror yang sampai saat ini terus terjadi.

Karena anggota Kaukus Pancasila dari Fraksi PDIP, Eva Kusuma Sundari menambahkan, program deradikalisasi pada faktanya tidak menjangkau meluasnya siar kebencian di tengah-tengah masyarakat.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas