Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Pengakuan Marwah Daud: Istri Dimas Kanjeng Pernah Sakit karena Pakai Uang dari Peti

"Beliau sendiri tidak bisa pakai uang itu. Kata istrinya, pakailah uangnya beberapa lembar. Setelahnya, sakit sampai 40 hari," ujar Marwah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Pengakuan Marwah Daud: Istri Dimas Kanjeng Pernah Sakit karena Pakai Uang dari Peti
Repro/Kompas TV
Mantan anggota DPR RI, Marwah Daud Ibrahim (tengah) terlihat di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, di Probolinggo, Jawa Timur, saat penangkapan Dimas Kanjeng oleh Polda Jawa Timur, Kamis (22/9/2016) lalu. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Marwah Daud Ibrahim mengatakan, Taat Pribadi tak bisa sembarangan menggunakan uang yang dia hasilkan secara tiba-tiba dari tangannya atau dari peti.

Menurut dia, peruntukan uang itu hanya untuk membantu orang yang kesulitan dan kepentingan padepokan.

"Beliau sendiri tidak bisa pakai uang itu. Kata istrinya, pakailah uangnya beberapa lembar. Setelahnya, sakit sampai 40 hari," ujar Marwah, kepada Kompas.com, Kamis (29/9/2016).

Oleh karena itu, kata Marwah, Taat Pribadi tak pernah menggunakan uang itu untuk kepentingan pribadi.

Ia mengatakan, uang yang bisa dihasilkan pimpinan padepokan itu tak menentu dan hanya Taat Pribadi yang tahu.

Marwah juga menegaskan bahwa kemampuan itu nyata karena pernah melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana uang itu muncul secara tiba-tiba.

"Jadi soal menggandakan uang itu tidak ada. Yang ada, Beliau bisa punya ilmu memindahkan uang tidak tahu dari mana melalui tangan Beliau," kata Marwah. 

Rekomendasi Untuk Anda

Ia membantah Taat Pribadi menipu santri dan warga lainnya dengan meyakinkan bahwa ia bisa menggandakan uang.

Menurut Marwah, ada sejumlah orang yang memberikan uang kepada Taat Pribadi. Uang itu merupakan uang pendaftaran dan iuran dalam organisasinya.

Ia pun menjanjikan pengurus organisasi itu juga mendapatkan jatah dari uang tersebut jika membayar iuran.

"Ini memang uangnya banyak. Kalau Anda terlibat di sini pasti tugasnya membagi duit buat dibagi orang miskin. Kamu sebagai penyelenggaranya pasti dapat banyak," kata Marwah menirukan ucapan yang kerap dilontarkan Taat Pribadi kepada anak didiknya.

Ambaranie Nadia

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas