Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Serius Bangun Universitas Islam Internasional Indonesia, Wapres Undang Abdul Hamid Abu Sulayman

Pemerintah terus berupaya untuk merealisasikan pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Serius Bangun Universitas Islam Internasional Indonesia, Wapres Undang Abdul Hamid Abu Sulayman
Tribunnews.com/Nurmulia Rekso Purnomo
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (kiri) bersama Ketua Dewan Komisaris International Institute of Islamic Thought (IIIT) Abdul Hamid Abu Sulayman (kanan) di Kantor Wapres Jakarta. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah terus berupaya untuk merealisasikan pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII).

Kali ini yang dilakukan pemerintah adalah mengundang Abdul Hamid Abu Sulayman, Ketua Dewan Komisaris International Institute of Islamic Thought (IIIT).

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, yang menerima Ketua Dewan Komisaris IIIT di Kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Senin (3/9/2016), kepada wartawan mengatakan Abdul Hamid adalah orang yang berpengalaman membangun International Islamic Universities Malaysia di Kuala Lumpur.

"Dia pengalamannya dan banyak menulis buku. Kita minta advice (nasihat) dia, bagaimana universitas internasional yang baik," ujarnya kepada wartawan di Kantor Wakil Presiden.

Islam yang akan diajarkan di UIII adalah Islam yang moderat dan rahmatan lil'alamin, atau Islam yang membawa kemaslahatan untuk semua pihak di alam semesta.

Selain itu UIII juga harus mengajarkan ahlak kepada peserta didiknya, dan mengajarkan ilmu pengetahuan yang mutakhir.

"Tentu ini tidak mudah," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Abdul Hamid dalam kesempatan yang sama menambahkan bahwa Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, punya potensi besar untuk membangun UIII.

Terlebiih karena Indonesia bisa menjaga pluralitasnya, di saat sejumlah negara Islam dilanda konflik.

"Saya percaya (ini) akan membuat dunia Islam kembali kuat. Saya percaya akan ada masa depan yang lebih cerah (untuk dunia Islam)," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas