Kakorlantas Resmikan Satpas Apung Pertama di Indonesia Sekaligus Dunia
Kakorlantas Polri meresmikan Satuan Penyelenggara (Satpas) SIM terapung di Pelabuhan Bolok, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (20/10/2016).
Penulis:
Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kakorlantas Polri meresmikan Satuan Penyelenggara (Satpas) SIM terapung di Pelabuhan Bolok, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (20/10/2016).
Satpas SIM tersebut menjadi Satpas apung pertama di Indonesia bahkan dunia yang beroperasi di atas kapal.
Satpas Apung tersebut dibuat untuk mewujudkan Polri yang Promoter (Profesional, Modern, Terpercaya) berbasis IT di bidang Lalu lintas.
Acara tersebut dihadiri Kapolda NTT, Gubernur NTT yang diwakili Kadispenda, Direktur Utama BRI, dan Forum Pimpinan Daerah.
Satpas apung tersebut akan melayani penerbitan SIM.
Keberadaannya sangat dibutuhkan masyarakat mengingat NTT memiliki 1.932 pulau dan 42 pulau berpenghuni.
"Jangan sampai bagi mereka yang memiliki niat baik untuk memperpanjang mengalami kesulitan harus menyeberang pulau," kata Kakorlantas Polri Irjen Pol Agung Budi Maryoto dalam keterangannya.
Dengan adanya Satpas Apung, masyarakat tidak perlu repot menyeberang pulau untuk mengurus SIM.
"Sekarang kita sudah dapat langsung hadir di tengah masyarakat kepulauan," ucap Agung.
Ia berharap dengan adanya terobosan Satpas Apung bisa mempercepat proses pelayanan terhadap masyarakat.
"Sehingga mempercepat trust building dari masyarakat sekaligus menjaga NKRI." kata agung.
Program Satpas Apung tersebut pun tercatat pada museum rekor dunia Indonesia sebagai pelayanan penerbitan SIM menggunakan kapal pertama di dunia.
"Saya sampaikan apresiasi kepada Polda NTT atas upaya yang telah dilakukan dalam pengembangan inovasi pelayanan publik," katanya.
Selain meresmikan Satpas Apung, dalam kesempatan tersebut pun Kakorlantas meresmikan Regional Traffic Management Center (rtmc) Polda NTT, pelayanan sim dan pelepasan Satpas Apung Polda NTT, dan pelayanan samsat keliling.
Dalam sambutannya, Kakorlantas Polri menilai adanya Satpas Apung dan samsat keliling merupakan langkah cerdas untuk meberikan solusi terhadap kebutuhan yang ada.
"Dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan demografis saat ini, samsat keliling edukasi selain memberikan pelayanan pembayaran pajak kendaraan bermotor, juga dapat berfungsi sebagai pelayanan edukasi dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat," katanya.
Dikatakannya, hampir semua Propinsi di Indonesia, bahwa pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor, telah memberikan kontribusi yang besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Terobosan lainnya dalam bidang lalu lintas dikatannya adalah inovasi breakthrough.
Inovasi tersebut dalam waktu dekat akan diluncurkan Korlantas.
"Pendaftaraan perpanjangan maupun pembuatan serta pembayaran secara online menggunakan edc, ATM, serta mobile banking," katanya.