Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Indef: Pengangguran Menurun karena Seluruh Keluarga Harus Bekerja Menambah Penghasilan

Menurut Enny, dara dari BPS memang menunjukkan adanya data pengangguran terbuka yang menurun.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Sugiyarto
zoom-in Indef: Pengangguran Menurun karena Seluruh Keluarga Harus Bekerja Menambah Penghasilan
TRIBUN/ADIATMA FAJAR
Peneliti INDEF Enny Srihartati 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Pengamat dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati menjelaskan mengenai tingkat pengangguran yang menurun berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS).

Menurut Enny, dara dari BPS memang menunjukkan adanya data pengangguran terbuka yang menurun.

BPS, kata Enny, hanya mencatat orang yang sudah bekerja tidak disebut menganggur.

Enny Sri Hartati mengungkapkan dalam survei BPS, semua orang bisa berpartisipasi. Ternyata, setelah disurvei, upah satu kepala keluarga tidak cukup untuk biaya kehidupan.

Akhirnya seluruh anggota keluarga bekerja untuk menambah penghasilan karena tren penurunan upah.

"Ternyata ketika upah buruh bangunan dan buruh tani menurun, ternyata satu kepala keluarga saja tidak cukup. Makanya, istrinya, anaknya, harus bekerja. Tapi di sektor informal. Itu yang membuat angka pengangguran terbuka menurun," kata Enny Sri Hartati di Cikini, Jakarta, Sabtu (22/10/2016).

Enny Sri Hartati mengungkapkan terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok yang luar biasa.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut dia ini adalah anomali di tengah kondisi harga bahan pangan dunia yang turun dan pernyataan menteri jika Indonesia sedang surplus.

"Karena harga bahan makanan itu mencapai 70-80 persen dari porsi rumah tangga yang terutama berpendapatan menengah ke bawah."

"Sehingga, kalau ini naik pasti tidak mampu membeli komoditas non pangan. Sehingga datanya juga betul," ungkap Enny Sri Hartati.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas