Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Satu Sandera Asal Indonesia yang Ditawan Perompak Somalia Meninggal Karena Sakit

Rencanannya mereka akan difasilitasi oleh Kemenlu untuk datang ke kediaman almarhum, menemui langsung keluarga Nasirin di Cirebon.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Satu Sandera Asal Indonesia yang Ditawan Perompak Somalia Meninggal Karena Sakit
Tribunnews.com/Nurmulia Rekso Purnomo
Suasana haru mewarnai proses serah terima empat Anak Buah Kapal (ABK) FV Naham III yakni Sudirman, supardi, Ade Manurung dan Elson Pesireron, di kantor Kementerian Luar Negeri (Kemnlu), Jakarta Pusat, Senin (31/10/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Satu orang Anak Buah Kapal (ABK) FV Naham III asal Indonesia yang disandera perompak Somalia bernama Nasirin.

Dia gagal dipulangkan ke tanah air karena ABK asal Cirebon itu terlanjur meninggal dunia sebelum pemerintah berhasil membebaskan para sandera.

Menteri Luar Negri (Menlu) Retno LP. Marsudi dalam penyampaiannya di acara serah terima para sandera ke keluarga, di kantor Kementerian Luar Negri (Kemenlu), Jakarta Pusat, Senin (31/10/2016), mengatakan Nasirin meninggal karena penyakit yang diderita saat berada dalam penyanderaan pada 2014 lalu.

Baca: Sandera Tanya Siapa Presiden RI Sekarang Setelah Bebas dari Tawanan Perompak Somalia

Baca: Menlu Jelaskan Alasan Sandera Baru Bisa Dibebaskan Setelah 4,5 Tahun

Para ABK yang berhasil dibebaskan yakni Sudirman, Supardi, Ade Manurung dan Elso Pasireron.

Rencanannya mereka akan difasilitasi oleh Kemenlu untuk datang ke kediaman almarhum, menemui langsung keluarga Nasirin di Cirebon.

"Teman-teman ini juga menyampaikan kepada keluarga almarhum Nasirin bahwa proses perawatan dan juga pemakaman jenazah sudah dilakuakn secara syariah," ujarnya.

Retno LP. MArsudi mengatakan walaupun Nasirin sudah meninggal dan jenazahnya tidak bisa dipulangkan ke tanah air namun pihaknya tetap berharap informasi tersebut bisa membuat keluarga lebih nyaman dalam menerima kenyataan soal apa yang terjadi terhadap Nasirin.

Rekomendasi Untuk Anda

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia, Kemenlu, Lalu Muhammad Iqbal dalam kesempatan terpisah mengatakan rekan-rekan almarhum yang ikut disandera dan sudah dipulangkan, telah sukses menyimpan barang-barang Nasirin.

Rencananya mereka akan menyerahkan barang tersebut ke keluarga.

"Mereka membawa barang-barang almarhum, yang mereka jaga selama sekian tahun, untuk diserahkan ke keluarga," ujarnya.

Apa penyebab kematian Nasirin, menurut Sudirman, salah seorang sandera yang menyaksikan langsung saat-saat terakhir Nasirin, mengatakan bahwa gejala yang dialami rekannya itu menyerupai demam berdarah.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas