Tribun

Pilpres Amerika Serikat

Tak Yakin Kebijakan Trump Bakal Segarang Janji Kampanye

Bila berurusan dengan pemerintah dan elit, bisa jadi tidak akan sulit untuk meyakinkan.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Tak Yakin Kebijakan Trump Bakal Segarang Janji Kampanye
Warta Kota/henry lopulalan
Ahli Hukum yang juga anggota Tim 9 ( Tim Independen) Hikmahanto Juwana setelah bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Rabu (28/1/2015). (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana tidak yakin wacana saat kampanye akan dilakukan Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump kala memerintah.

Prof Hikmahanto mengingatkan bahwa perlu dipahami dalam pemerintahan AS ada dikotomi antara politisi dengan para birokrat.

Presiden dan para menteri adalah politisi. Politisi bisa masuk dan bisa keluar.

Saat masuk mereka ingin banyak hal dirubah, namun belum sampai perubahan terjadi mereka harus keluar.

Lalu siapa yang harus menjaga konsistensi kebijakan?

Disinilah tegas dia, peran dari para birokrat.

Karena para birokrat berperan untuk menjaga konsistensi kebijakan di AS, termasuk kebijakan luar negeri.

"Para birokrat dan perwakilan AS di seluruh dunia mempunyai tugas tambahan. Mereka harus menjelaskan kepada pemimpin, para elit dan rakyat di suatu negara bahwa AS dibawah Trump tidak akan sama seperti saat Trump berkampanye," kata Hikmahanto kepada Tribunnews.com, Kamis (10/11/2016).

Bila berurusan dengan pemerintah dan elit, bisa jadi tidak akan sulit untuk meyakinkan.

Hanya saja, menurutnya, untuk meyakinkan rakyat di banyak negara akan jauh lebih sulit.

Halaman
12
Ikuti kami di

Wiki Populer

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas