Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Apa Kata Media Asing Soal Teror di Samarinda?

Media asing meramaikan pemberitaan serangan bom Samarinda dan menyebut Indonesia kerap jadi sasaran serangan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ruth Vania C
zoom-in Apa Kata Media Asing Soal Teror di Samarinda?
TRIBUN KALTIM/TRIBUN KALTIM/Fachmi Rachman/NEV
Polisi berjaga-jaga di TKP Bom molotov meledak di depan gereja Oikumene di Jl Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Lo Janan Ilir, Samarinda, Kaltim, Minggu (13/11/2016). Korban akibat ledakan tersebut berjumlah 5 orang dan dilarikan ke Rumah Sakit Muis, Samarinda. TRIBUN KALTIM/Fachmi Rachman/NEV 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Media asing meramaikan pemberitaan serangan bom Samarinda dan menyebut Indonesia kerap jadi sasaran serangan.

Tim Gegana Polda Kalimantan Timur dan Polresta Samarinda mengidentifikasi ledakan diduga bom di Gereja Oikumene Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (13/11/2016) sekitar pukul 10.00 WITA.

Berdasarkan identifikasi awal, aparat kepolisian mendapatkan informasi ledakan dari bom molotov berjenis low explosive.

Total korban ada empat orang dan sudah dibawa ke Rumah Sakit Muis, Samarinda, untuk mendapat penanganan medis.

Straits Times mengatakan Indonesia akhir-akhir ini kerap dijadikan sasaran serangan.

Dalam serangan-serangan tersebut, banyak digunakan alat-alat peledak buatan atau peledak yang telah diimprovisasi (IED).

ABC News menyebut Indonesia kerap menjadi sasaran serangan karena dipicu ketegangan yang terjadi di Indonesia.

Rekomendasi Untuk Anda

Ketegangan yang dimaksud adalah suasana yang ditimbulkan akibat aksi protes atas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Sedangkan, Anadolu Agency mengatakan Indonesia jadi sasaran karena meningkatnya aktivitas kelompok ekstremis di Indonesia.

Terutama sejak serangan teror di Sarinah, Jakarta, pada Januari 2016 lalu, yang melibatkan empat orang yang diduga simpatisan ISIS di Indonesia.

Ini merupakan serangan kedua yang menyerang sebuah gereja di Indonesia, pada 2016 ini.

Sebelumnya, sebuah gereja di Medan, Sumatera Utara, jadi lokasi penikaman seorang pastur dan sempat nyaris jadi sasaran ledakan bom.

Sedangkan, Juli lalu, Mapolresta Surakarta, Solo, sempat menjadi lokasi bom bunuh diri. (Straits Times/Anadolu Agency/ABC News)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas