Bencoolen Nusantara Hadirkan Batik dan Songket Seharga Belasan Juta
Kain-kain tersebut merupakan karya pengrajin lokal yang dipamerkan di acara pameran batik yang diklaim tersbesar tersebut.
Penulis:
Lendy Ramadhan
Editor:
Mohamad Yoenus
Laporan Wartawan Tribunnews, Lendy Ramadhan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kreasi motif Rafflesia Arnoldi dan huruf Arab dari beragam warna menghiasi kain-kain Batik Besurek khas Bengkulu di Stan Kain Bencoolen Nusantara, Bengkulu Expo 2016, Kota Bengkulu, Kamis (17/11/2016).
Kain-kain tersebut merupakan karya pengrajin lokal yang dipamerkan di acara pameran batik yang diklaim tersbesar tersebut.
Berdasarkan keterangan pembinan para pengrajin lokal itu, Musa Widyatmodjo, kain-kain yang dipamerkan, merupakan karya terbaru dan terbaik dari para pengrajin.
Mengenakan pakaian berwarna cokelat, Senior Fashionista itu menjelaskan, bahwa karya-karya tersebut mempunyai pola yang khas, sehingga bernilai jual tinggi.
Kain-kain tersebut menurutnya dijual paling rendah seharga Rp 12 juta. Dalam stan tersebut terdapat 20 macam kain batik dan 8 kain songket yang dipamerkan.
"Ya, hari ini adalah pertama kali kita dari Bengkulu dengan Kain Bencoolen Nusantara, kita melaunching atau memamerkan karya-karya dari beberapa pengrajin yang kita ajak untuk mengembangkan motif-motif khas Bengkulu, di antaranya motif Besurek, kemudian motif Bunga Rafflesia, dan Bunga Bangkai," kata Musa Widyatmodjo.
"Jadi hari ini mungkin kalau kain yang dipamerkan di sini ada kurang lebih sekitar 20 lembar. Kemudian ada juga kain Songket, kurang lebih mungkin sekitar 8 lembar yang memang ini adalah produksi baru dari kain atau budaya-budaya motif yang ada di Bengkulu," tutur Musa Widyatmodjo.
Stan tersebut dikunjungi Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti dan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga. (*)