Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Demo di Jakarta

MPR Didesak Gelar Sidang Istimewa

Agar panitia dan peserta aksi 2 Desember 2016 di silang Monas menjaga komitmen untuk menciptakan suasana yang damai

MPR Didesak Gelar Sidang Istimewa
Nibras Nada Nailufar
Rachmawati Soekarnoputri 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rachmawati Sukarnoputri, beserta sejumlah pimpinan Gerakan Selamatkan NKRI, termasuk musisi Ahmad Dhani, memilih untuk tidak ikut aksi "Bela Islam Jilid III" yang akan digelar hari ini. Mereka memilih untuk menyambangi komplek parlemen, untuk menemui pimpinan DPR dan MPR. Keduanya meminta agar sidang istimewa segera digelar.

"Besok saya akan ke MPR, untuk memberikan resolusi atau maklumat kepada MPR, agar segera melakukan sidang istimewa," ujar Rachmawati saat konferensi pers di Hotel Sari Pan Pacific, Jakata Pusat.

Ia menilai keterpurukan bangsa ini salah satunya disebabkan oleh amandemen Undang-undang Dasar (UUD) 1945.

Putri Presiden pertama RI, Sukarno itu menilai sudah seharusnya UUD 1945 dikembalikan ke subtsansi semula dan karenanya harus digelar sidang istimewa. Ia menegaskan bahwa pihaknya tetap mendukung aksi "Bela Islam Jilid III," walaupun tidak bisa ikut bergabung.

Kata dia aksi Gerakan Selamatkan NKRI menyambangi DPR, adalah aksi yang berbeda dengan aksi di lapangan Monas. Oleh karena itu ia mengaku tidak khawatir terhadap ancaman dari pemerintah.

"Ini aksi yang berbeda, dan kita sudah mengirimkan pemberitahuan," ujarnya.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan mengimbau agar panitia dan peserta aksi 2 Desember 2016 di silang Monas menjaga komitmen untuk menciptakan suasana yang damai. Sebab, Zulkifli mengingatkan agar semua peserta menaati kesepakatan yang telah dibuat, termasuk soal lokasi aksi.

Ia pun mengatakan bahwa pihak DPR dan MPR tak akan menerima massa yang jika nantinya melakukan aksi di depan Gedung DPR/MPR seperti aksi unjuk rasa 4 November 2016 kemarin. "Kalau ada yang ke Gedung DPR/MPR itu melanggar kesepakatan dan kami tidak akan menerima mereka," kata Zulkifli.

Ia mengatakan, sudah ada kesepakatan yang detail soal waktu, lokasi, dan tata cara aksi yang akan digelar besok. Zulkifli menyatakan, kesepakatan tersebut merupakan bentuk komitmen semua pihak terkait untuk menghadirkan suasana damai sepanjang aksi berlangsung.

"Kan namanya aksi super-damai 2 Desember. Akan diisi dengan berdoa, berzikir, shalat Jumat, dan ceramah. Itu bagus sekali," ujar Zulkifli. "Makanya, harus kita jaga supaya tetap damai. Caranya ya patuhi kesepakatan yang telah dibuat," kata dia. (tribunnews/nurmulia rekso/kompas.com)

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas