Tangis Peserta Aksi 212 Bercampur Guyuran Hujan
Beberapa massa aksi terlihat ada juga yang menangis sesenggukan saat doa Qunut dilantunkan saat hujan mengguyur.
Editor:
Anita K Wardhani
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hujan yang mengguyur deras kota Jakarta tidak menyurutkan ratusan ribu orang yang ikut aksi damai 212 di kawasan Monas dan sekitarnya.
Mereka tetap melakukan aksi long march dan salat Jumat berjamaah di bawah guyuran hujan.
Massa menggelar sajadah di jalanan aspal yang basah di sekitar Monas hingga Bundaran HI. Banyak juga diantara mereka yang salat sembari mengenakan jas hujan berwarna-warni.
"Salat-salat, hujan-hujan, tidak ada urusan," ucap seorang peserta aksi damai yang sedang menggelar sajadah di Jalan Thamrin, Jakarta.
Meski basah kuyup, massa aksi tetap khusyuk mendengarkan khutbah dari Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab yang langsung dilakukan dari Silang Monas.
Sementara para wanita yang ikut hadir dalam aksi itu, sebagian mencari tempat untuk berteduh dan lainnya membuka payung yang telah disiapkan.
Bahkan diantara mereka ada yang menggunakan alas ala kadarnya seperti koran, bendera, plastik, jas hujan.
Pantauan Tribun di sisi kiri dan kanan jalan, sejumlah mobil bak menyediakan air wudhu dari botol air mineral kemasan.
Ada juga yang menyediakan air minum di trotoar jalan. Tidak hanya salat Jumat massa aksi yang datang sejak pagi hari itu juga melakukan salat Jamak.
Usai salat Jumat masa aksi sebagian besar bertahan di jalan Thamrin depan kantor Bawaslu dan sebagian lagi berjalan menuju Bundaran Hotel Indonesia.
Beberapa massa aksi terlihat ada juga yang menangis sesenggukan saat doa Qunut dilantunkan. Sembari mengangkat kedua tangannya massa aksi tak kuasa menahan air matanya.
Sementara Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menyampaikan khutbah Salat Jumat yang dihadiri ratusan ribu peserta aksi 2 Desember di Lapangan Silang Monas Jakarta Pusat.
Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi sejumlah menteri, Panglima TNI dan Kapolri hadir di saf terdepan salat Jumat berjamaah tersebut.
Rizieq saat memberikan ceramah mengatakan bahwa ayat suci Alquran lebih tinggi dari ayat konstitusi dan hukum Allah harus ditegakkan.
"Kepada seluruh umat Islam Indonesia, kepada segenap kaum muslimin, kami ingatkan sekali lagi, tancapkan dalam sanubarimu yang paling dalam, dalam jiwamu semua, bahwa hukum Allah berada di atas segalanya, bahwa ayat suci berada di atas ayat konstitusi," kata Rizieq di hadapan Jokowi dan JK.
Dirinya juga meminta seluruh umat Islam di Indonesia agar mengutamakan ayat suci di atas ayat konstitusi. Selain itu dia juga menempatkan penerapan hukum Allah di atas segalanya.
"Tidak ada satu pun hukum dari makhluk mana pun yang lebih baik dari hukum Allah," kata Rizieq.
Dalam khutbah, Rizieq juga menyinggung banyak hal, diantaranya kasus penistaan agama dengan tersangka Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Di bawah guyuran hujan puluhan ribu peserta aksi tetap bertahan. Sementara puluhan pasukan pengamanan presiden terlihat menjaga ketat tempat Jokowi dan Jusuf Kalla menjalankan ibadah salat Jumat.
Jokowi Takbir Enam Kali
Presiden Joko Widodo berterima kasih dan mengapresiasi aksi doa dan salat Jumat bersama di Silang Monumen Nasional, Jakarta Pusat. Ucapan itu dilontarkan Jokowi di depan massa peserta aksi doa bersama 2 Desember seusai salat Jumat.
Ucapan itu juga diselingi pekikan takbir yang diteriakkan Jokowi. "Terima kasih atas doa dan dzikir untuk keselamatan bangsa dan negara," kata Jokowi yang lantas memekikkan takbir tiga kali.
"Penghargaan setinggi-tingginya, seluruh jemaah yang hadir tertib sehingga semua berjalan dengan baik," ujar Jokowi yang kembali meneriakkan takbir tiga kali.
Total, Jokowi memekikkan takbir sebanyak enam kali. "Terima kasih, selamat kembali ke tempat asal," ujar Jokowi mengakhiri pidatonya.
Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menembus hujan berjalan dari Istana Merdeka ke Monas untuk menunaikan salat Jumat bersama peserta aksi.
Jokowi dan Jusuf Kalla tampak memegang sendiri payung mereka yang berwarna biru. Di sisi kiri dan kanan rombongan, Pasukan Pengamanan Presiden yang mengenakan baju dinas loreng tampak bersiaga.
Setibanya di Monas, Jokowi dan rombongan langsung masuk ke dalam sebuah tenda merah putih yang sudah disediakan. Pimpinan aksi langsung memberi tahu kepada massa bahwa Jokowi sudah berada di tengah-tengah mereka.
"Presiden sudah hadir di sini bersama-sama kita untuk salat Jumat bersama," kata pria itu melalui pengeras suara.
Massa pun langsung menyambut kehadiran Jokowi itu dengan antusias. Mereka meneriakkan takbir.
Bersih Tanpa Sampah
Sejumlah peserta aksi doa dan zikir bersama 2 Desember yang terkonsentrasi di Lapangan IRTI Monumen Nasional langsung membersihkan sampah begitu ibadah salat Jumat selesai di lokasi tersebut,sekitar pukul 12.30 WIB.
Mereka terpantau langsung mengumpulkan sampah-sampah ke dalam kantong plastik besar untuk kemudian mengumpulkannya di satu titik.
Kondisi ini membuat Lapangan IRTI dengan seketika bersih. Para peserta aksi yang terkonsentrasi di Lapangan IRTI adalah mereka yang awalnya ingin masuk melalui pintu sisi barat daya.
Namun, mereka tidak bisa lagi masuk ke dalam kawasan Monas yang terpantau sudah dipenuhi lautan manusia.Selain di IRTI, lokasi lain di luar Monas yang juga digunakan untuk tempat salat Jumat adalah kawasan Lenggang Jakarta.
Peserta aksi yang mendirikan saf di Lenggang Jakarta dan Lapangan IRTI terpantau datang belakangan dibanding peserta lain yang sudah datang sejak pagi.Ibadah salat Jumat selesai sekitar pukul 12.30 WIB.
Bersamaan dengan itu pula, gelombang peserta aksi secara perlahan mulai meninggalkan lokasi.
Sumarsono Senang
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono merasa senang saat melihat peserta doa bersama di Monas, Jumat menjaga ketertiban.
Melalui pantauan kamera CCTV yang dia lihat dari ruang Jakarta Smart City, Sumarsono senang, area taman di Monas tetap hijau karena tidak diinjak-injak peserta doa bersama.
"Anda lihat sendiri di Jakarta Smart City, yang wilayah hijau tidak dilewati banyak orang. Ini karena mereka juga ikut mengamankan," kata Sumarsono di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat.
Sumarsono juga berterima kasih kepada panitia kegiatan doa bersama yang sudah membantu Pemprov DKI mengamankan kegiatan ini."Terima kasih panitia, FPI khususnya, dan ormas lain yang mengatur sendiri dan tidak merusak taman. Jadi, tugas kami agak ringan dibantu mereka," kata Sumarsono.
Sumarsono mengatakan, Pemprov DKI sudah semaksimal mungkin memfasilitasi peserta doa bersama, misalnya menyediakan mobil air hingga 50 unit, 5.000 kantong sampah yang disebar di berbagai titik, hingga toilet umum.
"Kami hanya enggak menyediakan sajadah buat mereka karena banyak sekali, jadi mereka bawa sendiri-sendiri," kata Sumarsono.(tribunnews/taufik/amriyono/wahyu aji/glery/fitri/yurike/hanna/fia/rizal)