Ditegur Presiden Joko Widodo, Kepala BNN Merasa Kurang Maksimal Berantas Narkoba
Kepala BNN Budi Waseso menyadari dan memahami teguran Presiden. Ia akan bekerja sebaik mungkin.
Penulis:
Wahyu Aji
Editor:
Willem Jonata
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presiden Joko Widodo memberikan pesan khusus kepada Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso.
Pesan itu disampaikan Presiden dalam acara pemusnahan barang bukti narkoba hasil ungkapan BNN di Monas, Jakarta Pusat, Selasa (6/12/2016).
Dalam pidatonya Jokowi meminta Budi Waseso untuk membandingkan 15 ribu anak bangsa yang mati akibat penyalagunaan narkoba setiap tahun. Hal itu tidak sebanding dengan bandar narkoba yang mati.
"Beliau menegur saya. Saya diingatkan beliau dan ditegur sebagai anak buah beliau. Saya kan anak buah beliau, di bawah presiden. Berarti saya belum bisa maksimal seperti yang beliau inginkan, itu dipahami disadari tidak apa-apa," kata Budi Waseso kepada Tribunnews.com di kawasan Monas, Selasa (6/12/2016).
Budi mengatakan, apa yang diharapkan Presiden Jokowi bakal dikejar semaksimal mungkin. Dirinya tahu Jokowi ingin yang terbaik untuk anak bangsa.
"Karena beliau ingin menyelamatkan bangsa ini, untuk ke depan. Salah satunya masalah narkoba, dan kami (BNN) kan jadi leading sector. Nah kepala BNN saya, jadi saya yang bertanggungjawab. Apapun risikonya akan saya ambil. Dan saya akan bekerja sebaik mungkin," katanya.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa Indonesia perang terhadap peredaran narkoba.
"Berapa bandar dan pengedar yang mati akibat narkoba? Ini pertanyaan untuk Pak Kepala BNN supaya dibandingkan dengan 15.000 yang mati tadi," kata Jokowi.
"Tolong ini digarisbawahi. Perang besar terhadap narkoba," katanya.
Dalam acara itu, Jokowi turut memusnahkan barang bukti narkoba hasil tangkapan BNN selama dua bulan terakhir. Pemusnahan dilakukan menggunakan incinerator.
Barang bukti yang dimusnahkan adalah 445 kilogram sabu, 190.840 butir ekstasi, 422 kilogram ganja kering, dan 323.000 butir pil happy five.
"Ini jumlah yang sangat besar," ujar Jokowi.(*)
Baca tanpa iklan