Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

BMKG Catat Masih Terjadi 88 Kali Gempa Susulan di Pijay

Kebutuhan mendesak sandang dan pangan, MCK, air bersih, relawan, tenda dan shelter, kebutuhan bayi, sarung, mukena dan lainnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in BMKG Catat Masih Terjadi 88 Kali Gempa Susulan di Pijay
SERAMBI INDONESIA/SERAMBI INDONESIA/BUDI FATRIA
Suasana posko dapur korban gempa Aceh memasak dan mengantri untuk sarapan pagi, di kawasan Meuredue, Pidie Jaya, Sabtu (10/12). SERAMBI/BUDI FATRIA 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mendata sudah 88 kali gempa susulan setelah gempa 6,5 SR mengguncang Kabupaten Pidie Jaya (Pijay), Aceh.

Hal itu Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) , Sutopo Purwo Nugroho sampaikan kepada Tribunnews.com, Selasa (13/12/2016).

Atas adanya gempa susulan, Sutopo menjelaskan masyarakat takut dan khawatir adanya guncangan sehingga merasa nyaman di pengungsian.

Lebih lanjut ia katakan, masalah penyediaan air bersih belum semuanya melayani titik pengungsian dengan baik. Kondisi sumur banyak yang kering dan dangkal pasca gempa.

"Jika pun ada airnya keruh sehingga tidak dapat dikonsumsi," ujarnya.

Trauma healing, kegiatan psikososial dan pelayanan kesehatan dilakukan kepada pengungsi.

Klaster nasional penanganan pengungsi, klaster kesehatan dan klaster logistik terus melayani pengungsi.

Rekomendasi Untuk Anda

Kebutuhan mendesak sandang dan pangan, MCK, air bersih, relawan, tenda dan shelter, kebutuhan bayi, sarung, mukena dan lainnya.

Posko utama terus menyalurkan bantuan ke pengungsi.

Pada Senin (12/12/2016) siang, tim SAR menemukan satu korban meninggal atas nama Devi Srijalani (22) di Pidie.

Dengan demikian jumlah korban meninggal dunia akibat gempa Aceh adalah 102 orang dimana 96 di Pidie Jaya, 4 orang di Pidie dan 2 orang di Bireuen.

"Korban luka-luka 857 orang. Pengungsi 83.838 orang tersebar di 124 titik," jelas Sutopo kepada Tribunnews.com.

Lebih lanjut ia jelaskan hingga kini sebanyak 4.836 personil dari kementerian, lembaga, TNI, Polri, pemda, relawan, NGO, organisasi masyarakat dan lainnya masih melakukan penanganan darurat.

Pemerintah mendampingi pemerintah daerah, baik dana, logistik, peralatan, manajerial dan tertib admistrasi.

"Kepala BNPB terus di lokasi bencana untuk mengkoordinir potensi nasional untuk membantu pemerintah daerah," katanya.

Hingga kini bantuan terus berdatangan ke posko utama.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas