Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Penanganan Kasus Ahok Tak Lalui Mekanisme yang Diatur PNPS

Menurut dia, negara harus mengambil peran dalam penanganan kasus penistaan agama tersebut.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Penanganan Kasus Ahok Tak Lalui Mekanisme yang Diatur PNPS
Tribunnews.com/ Wahyu Aji
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (20/12/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim penasehat hukum terdakwa Basuki Tjahaja Purnama menilai penanganan kasus penistaan agama yang menjerat kliennya tak melalui mekanisme yang diatur di Undang-Undang Nomor 1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan atau Penodaan Agama.

"Ada mekanisme yang diterapkan JPU dalam menerapkan ketentuan pasal 156 dan 156 A (KUHP,-red). Mekanismenya diatur dalam PNPS," ujar Sirra Prayuna, penasehat hukum Ahok, kepada wartawan ditemui di Jalan Gajah Mada, Selasa (20/12/2016).

Menurut dia, negara harus mengambil peran dalam penanganan kasus penistaan agama tersebut.

Ada mekanisme berupa teguran yang dapat dilayangkan kepada orang yang diduga menistakan agama.

Sebelum kasus itu dibawa ke pengadilan, kata dia, Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, dan Jaksa Agung terlebih dahulu membuat surat peringatan.

"Kalau itu memiliki pandangan yang berbeda, kami sesungguhnya menyampaikan negara harus mengambil peran dalam peristiwa kasus penistaan agama ini. Ada mekanisme teguran keras," kata dia.

Dia melihat mekanisme itu tak dilalui oleh tim JPU.

Rekomendasi Untuk Anda

"Dan mekanisme itu tak dilalui JPU, untuk masuk ke pasal 156 yang digunakan delik dalam dakwaan," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas