Tribun

Ini Kata Guru Besar UI soal Hubungan Militer Indonesia-Australia

Kemungkinan hasil investigasi adalah kesalahan dilakukan oleh oknum personel militer ADF dan bukan merupakan sikap resmi dari ADF,

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Sanusi
Ini Kata Guru Besar UI soal Hubungan Militer Indonesia-Australia
Tribunnews.com/Wahyu Aji
Presiden Joko Widodo memberikan pengarahan kepada 1.720 prajurit Kopassus di Lapangan Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (10/11/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana mengatakan, langkah Panglima TNI Gatot Nurmantyo menangguhkan sementara kerjasama militer dengan Australian Defence Force (ADF) sebagai langkah tepat.

Hal ini menanggapi insiden di pusat pendidikan pasukan khusus Australia atas tiga hal.

Pertama pendiskreditan peran Sarwo Edhie dalam Gerakan 30 September PKI. Kedua esai yang ditulis peserta didik terkait masalah Papua.

Terakhir tulisan Pancagila di ruang Kepala Sekolah yang seolah melecehkan ideologi Pancasila.

"Penangguhan kerjasama merupakan tindakan yang tepat karena Panglima ADF menjanjikan untuk melakukan investigas atas hal ini," tegas Hikmahanto Juwana kepada Tribunnews.com, Kamis (5/1/2017).

Hikmahanto Juwana menegaskan peristiwa ini akan menjadi preseden yang baik agar Australia melalui pejabat-pejabatnya tidak mudah melakukan tindakan pelecehan terhadap tokoh Indonesia ataupun merendahkan isu yang sensitif bagi Indonesia.

Penangguhan dilakukan selama investigasi berlangsung hingga hasil nantinya diumumkan.

Kemungkinan hasil investigasi adalah kesalahan dilakukan oleh oknum personel militer ADF dan bukan merupakan sikap resmi dari ADF, bahkan sikap resmi pemerintah Australia.

Atas tindakan oknum personil tersebut, ADF akan menyatakan bakal mengambil tindakan terhadap mereka-mereka yang bertanggung jawab.

Hasil investigasi demikian yang akan menyelamatkan kerjasama militer TNI dan ADF. ADF dan Pemerintah Australia lebih mengutamakan hubungan baik dengan Indonesia ketimbang melindungi personel milternya.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas