Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Wasekjen MUI Ditolak di Sintang, Ini Komentar Haedar Nashir

Nashir menambahkan, potensi munculnya kelompok ekstremitas selalu ada di setiap kelompok.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Wasekjen MUI Ditolak di Sintang, Ini Komentar Haedar Nashir
Dok. Polda Kalbar
Suasana ketika Tengku Zulkarnain dihadang sekelompok masyarakat saat hendak turun dari pesawat di Bandara Susilo, Sintang, Kalimantan Barat (12/1/2017) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menanggapi penolakan kedatangan Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia Tengku Zulkarnain oleh sekelompok warga di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Nashir mengimbau, jika berbicara soal toleransi antarumat beragama, maka semua unsur masyarakat seharusnya siap hidup dalam keberagaman.

"Semua pihak, kalau ingin menegakkan toleransi, ya harus siap dalam keberagaman. Saya ulangi, seluruh pihak. Itu poin saya," ujar Nashir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (13/1/2017).

Baca: Menghina Suku Dayak, Kedatangan Wasekjen MUI Ditolak di Sintang

Nashir menambahkan, potensi munculnya kelompok ekstremitas selalu ada di setiap kelompok.

Baik di agama, golongan, ras atau suku tertentu.

Oleh sebab itu, yang paling penting dalam menghadapi fenomena tersebut adalah bersikap dewasa dan tetap berpedoman pada hukum yang berlaku di Indonesia.

"Yang paling penting adalah kita harus semakin dewasa menjadi sebuah bangsa dan tugas kita adalah mendewasakan semua dan menyelesaikan masalah secara bermartabat," ujar Nashir.

Rekomendasi Untuk Anda

Tengku Zulkarnain dan rombongan ditolak menginjakkan kaki oleh sekelompok warga di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Penolakan terjadi di Bandar Udara Susilo Sintang, Kamis (12/1/2017), saat rombongan baru mendarat.

Mereka menolak kedatangan Tengku karena pernyataan di media sosial yang menyinggung masyarakat Dayak.

Melihat aksi penolakan itu, Tengku dan rombongan tidak jadi turun dari pesawat.

Mereka langsung lepas landas meninggalkan Sintang menggunakan maskapai penerbangan Garuda Indonesia menuju Pontianak.(Fabian Januarius Kuwado)

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas