Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hindari Money Politics Agar Kemenangan Tercapai Bermartabat

Setnov ajak hindari money politics agar kemenangan tercapai dengan bermartabat dan semua berjalan dengan sportif, transparan dan akuntabel

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Hindari Money Politics Agar Kemenangan Tercapai Bermartabat
Capture Youtube
Ketua DPR RI Setya Novanto mengaku tidak banyak mengetahui mengenai pertemuan-pertemuan pembahasan KTP Elektronik tahun anggaran 2011-2012. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -‎ ‎Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto meminta para kader, pendukung dan relawan calon kepala daerah dari partai yang dipimpinnya untuk terus bekerja untuk mencapai kemenangan.

Menurutnya, selain bekerja dengan keras, dirinya juga mengimbau agar senantiasa melakoni pertarungan pilkada dengan sportif dan transparan.

"Hindari money politics agar kemenangan tercapai dengan bermartabat. Saya berharap semua berjalan dengan sportif, transparan dan akuntabel," kata Novanto saat mengecek persiapan DPD I Golkar‎ Jakarta dalam menghadapi Pilkada Serentak, Rabu (18/1/2017).

Novanto menuturkan, untuk Pilkada DKI Jakarta, ada sebanyak 13.023 kader Golkar yang siap mengawal berlangsungnya Pilkada Serentak di Ibu Kota pada 15 Februari 2017 mendatang.

‎Dikatakannya, waktu untuk menuju pelaksanaan Pilkada Serentak sudah sangat pendek dan perlu perhatian lebih untuk mewujudkan kemenangan Ahok-Djarot.

"Kalau saya lihat bahwa keadaan sekarang waktunya sangat pendek. Saya bersama Pak Surya Paloh kemarin membicarakan ini. Inilah harus menjadi kemenangan kita bersama meme‎nangkan saudara Ahok, saudara Djarot," tuturnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Novanto memastikan bahwa kader, pendukung serta relawan partai yang dipimpinnya saat ini bekerja dalam memenangkan Ahok-Djarot.

Dirinya telah melihat secara langsung bagaimana kader, pendukung dan relawan Partai Golkar bekerja untuk memenangkan pasangan nomor urut dua tersebut.

"‎Saya melihat langsung dan mengecek langsung secara diam-diam. Saya cek ke (Jakarta) Selatan, (Jakarta) Timur, (‎Jakarta) Barat, yang ngecek tidak cuma saya, tapi orang-orang yang saya percaya," ujarnya.

"Jadi sekarang tinggal bagaimana kita harus bisa menjalankan ini dengan benar dan kompak, secara solid dan kuat," tandasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas