Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Rizieq Shihab Dipolisikan

PDIP Siap 'Layani' Rizieq Shihab

Habib Rizieq berencana melaporkan Megawati ke kepolisian yang menyinggung soal peramal masa depan saat pidato

PDIP Siap 'Layani' Rizieq Shihab
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Hasto Kristiyanto, Sekjen DPP PDI Perjuangan menyatakan partainya dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri siap menghadapi pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Habib Rizieq berencana melaporkan Megawati ke kepolisian yang menyinggung soal 'peramal masa depan' saat pidato di acara HUT ke-44 PDIP pada Selasa (10/1/2017).

Menurut Rizieq, keseluruhan pidatoMegawati dipersiapkan melalui perenungan yang mendalam , kontemplasi dengan rasa cinta kepada bangsa dan negara, dan disampaikan dengan lantang untuk bangsa dan negara Indonesia.

"Sekiranya Bapak Rizieq Shihab (mohon maaf kami tidak menyebut Beliau Habib berdasarkan apa yang saya baca dari pendapat KH Said Aqil Siradj), memang akan berhadapan dengan Ibu Ketua Umum Partai, maka sebagai Sekjen Partai saya tegaskan bahwa kami siap berhadapan dengan Pak Rizieq," tulis Hasto dalam rilisnya, Selasa (17/2017).

Sekiranya Rizieq ada yang tidak puas, Hasto meminta Rzieq menyampaikan melalui jalur hukum, dan PDIP akan siapkan pembela hukum terbaik.

"Bagi kami komitmen terhadap fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara tidak bisa ditawar-tawar. Demikian halnya, bagi yang akan merongrong kewibawaan Bapak Presiden Jokowi dan Pak Wapres JK, PDI Perjuangan akan membela pemerintahan yang sah dan konstitusional tersebut dari berbagai bentuk ancaman, termasuk tindakan makar," tandasnya.

Hasto juga mengimbau agar seluruh anggota, kader dan simpatisan partai harap menjaga suasana tenang, taat hukum, dan jangan melakukan tindakan kekerasan, sambil menunggu perintah lebih lanjut dari Ketua Umum.

"PDI Perjuangan percaya bahwa saat ini merupakan momentum yang tepat bagi silent majority untuk bangkit dan menggalang kekuatan. Jangan biarkan negeri yang damai ini diinjak injak oleh mereka yg bermaksud memecah belah bangsa. Kita kobarlan semangat Satyam Eva Jayate bahwa kebenaranlah yang akhirnya akan menang," tegas Hasto.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas