Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Garda Bangsa Nyatakan Perangi Narkoba dan Intoleransi

Dengan semangat kepemudaan, Cucun menegaskan pihaknya ikut memerangi narkoba yang sudah masuk dalam kategori darurat tersebut.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Garda Bangsa Nyatakan Perangi Narkoba dan Intoleransi
Tribunnews.com/Wahyu Aji
Pembukaan Muspimnas DKN Garda Bangsa di Bidakara, Jakarta, Kamis (19/1/2017). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Umum Dewan Koordinasi Nasional (DKN) Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan, pihaknya sudah melakukan penataan di 28 wilayah di seluruh Indonesia yang mencakup 250 kabupaten/kota.

Dengan semangat kepemudaan, Cucun menegaskan pihaknya ikut memerangi narkoba yang sudah masuk dalam kategori darurat tersebut.

"Kami membantu program pemerintah yang sering terjadi di kalangan anak muda, kami punya Garda Pemuda antinarkoba yg bekerja sama dengan BNN untuk menangkal derasnya ancaman narkoba di kalangan anak muda," kata Cucun dalam pembukaan Muspimnas DKN Garda Bangsa di Bidakara, Jakarta, Kamis (19/1/2017).

Dalam Muspimnas ini hadir Kapolri Jenderal Tito Karnavian, membahas isu-isu lain yang tengah marak, diantaranya adalah paham radikalisasi dan intoleransi.

Cucun menjelaskan, selain aktif memerangi narkoba, pihaknya juga aktif memberikan pemahaman kepada para pemuda terkait penting ya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang mulai terganggu eksistensinya oleh kelompok intoleransi.

"Di kalangan pendidikan kami jg berjalan ada Garda Santri melakukan kegiatan memberi pemahaman ttg pancasila, parlemen. Ada jg kegiatan rutin, kita ada kajian konsep keagamaan," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Sekretaris Fraksi PKB di DPR ini menambahkan, pihaknya akan semaksimal mungkin membantu penerintah memerangi paham radikal di Tanah Air.

"Dengan fenomena itu Garda Bangsa berkomitmen untuk membendung hal-hal negatif terutama terkait pemahaman radikalisasi," kata Cucun.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas