Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sekjen MUI: Ahok yang Ngomong, Pemerintah yang Kalang Kabut

"Coba bayangkan tadi malam, Luhut datang ke rumah pak Kiai. Coba bayangkan itu, Luhut kan Menko Maritim. Gara-gara siapa? gara-gara si Ahok," kata dia

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Sekjen MUI: Ahok yang Ngomong, Pemerintah yang Kalang Kabut
Tribunnews.com/Nurmulia Rekso Purnomo
Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Sekjen MUI), Anwar Abbas, menilai pemerintah dibuat sibuk hanya untuk mengurusi Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Terakhir, mantan Bupati Belitung Timur itu diduga telah merendahkan Ketua MUI, Ma'ruf Amin, di sidang kasus penistaan agama yang digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (31/1/2017).

"Ahok yang ngomong, Ahok yang berbuat, pemerintah yang kalang kabut," ujar Anwar, kepada wartawan ditemui di Kantor MUI, Jakarta Pusat, Kamis (2/2/2017).

Secara langsung, pemerintah pusat diwakili Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan yang didampingi Kapolda Metro Jaya, Irjen Mohammad Iriawan dan Pangdam Jaya Mayjen Teddy Laksamana menemui Ma'ruf di kediamannya.

Pertemuan itu, digelar di Jalan Deli Lorong 27, Koja, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (1/2/2017) sekitar pukul 21.15 WIB.

"Coba bayangkan tadi malam, Luhut datang ke rumah pak Kiai. Coba bayangkan itu, Luhut kan Menko Maritim. Gara-gara siapa? gara-gara si Ahok. Jadi kok seperti pemerintah hanya sibuk mengurusi itu saja," kata dia.

Rekomendasi Untuk Anda

Padahal, menurut dia, pemerintah ada banyak urusan yang harus ditangani, seperti pembangunan, pendidikan, kebudayaan, pertahanan, dan lain-lain.

Namun, perhatian khusus pemerintah kepada Ahok itu memberikan kesan hanya menangani kasus mantan anggota DPR RI tersebut.

"Apakah hal seperti ini akan terus dibiarkan seperti ini, itu bagi saya jadi tanda tanya kok negeri ini dibuat repot oleh satu orang, dibuat kacau oleh satu orang, dibuat tidak tentram oleh satu orang," tambahnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas