Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kicau Twitter SBY: Bapak Maruf Amin Mohon Sabar dan Tegar, Jika Dimata-matai Sasarannya Bukan Bapak

"Jika kita dimata-matai. Sasarannya bukan Bapak (Ma'ruf). Kita percaya Allah maha Adil," ujar SBY.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kicau Twitter SBY: Bapak Maruf Amin Mohon Sabar dan Tegar, Jika Dimata-matai Sasarannya Bukan Bapak
twitter
Akun resmi twitter Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono berkicau mengenai tidak mata-mata (spying), Sabtu (4/2/2017) sore sekira pukul 17.00. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Akun resmi twitter Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono berkicau mengenai tindak mata-mata (spying), Sabtu (4/2/2017) sore sekira pukul 17.00.

Dalam tweet-nya, SBY meminta Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kiai Haji Ma'ruf Amin agar bersabar dan tegar. Pada kicauan itu, disebutkan pula tujuan aksi mata-mata bukanlah Maruf Amin.

"Jika kita dimata-matai. Sasarannya bukan Bapak (Ma'ruf). Kita percaya Allah maha Adil," ujar SBY.

Sebelumnya, dalam konferensi pers, Rabu (1/2/2017) silam, SBY juga berbicara terkait dugaan tindakan spying.

Baca: Ini Pernyataan Lengkap SBY Soal Komunikasinya dengan Maruf Amin

Dalam konferensi pers silam, SBY angkat bicara soal tuduhan adanya komunikasi dengan Ma'ruf Amin, yang meminta fatwa terkait kasus penistaan agama yang menjadikan Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai terdakwa.

Dugaan itu muncul setelah namanya mencuat dalam persidangan Ahok. Tim pengacara Ahok mempertanyakan keterangan yang disampaikan Ma’ruf sebagai saksi pada Selasa (31/1/2017).

Rekomendasi Untuk Anda

SBY membantah bahwa dirinya meminta Ma’ruf untuk mengatur agar MUI mengeluarkan fatwa terkait kasus yang tengah mencuat.

Selain itu, SBY juga beranggapan ada penyadapan terhadap dirinya, yang dianggap sebagai perbuatan ilegal. Pasalnya, tidak ada ketetapan pengadilan yang memberikan izin untuk melakukan penyadapan itu.

Hingga kini, pihak kuasa hukum Ahok belum menyebutkan bukti apa yang dimiliki terkait percakapan tersebut. Rencananya, bukti itu akan dihadirkan dalam persidangan berikutnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas