Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jadi Google Doodle Hari Ini, Pramoedya Ananta Toer Menyimpan 'Rahasia' Mengejutkan

Pramoedya dianggap sebagai pengarang produktif dalam sejarah sastra Indonesia. Namun, ada 'rahasia' mengejutkan yang tersimpan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Jadi Google Doodle Hari Ini, Pramoedya Ananta Toer Menyimpan 'Rahasia' Mengejutkan
GOOGLE INDONESIA
Google Doodle bergambar sketsa Pramoedya Ananta Toer. 

TRIBUNSTYLE.com/Amirul Muttaqin

TRIBUNNEWS.COM - Gambar pria yang tersenyum dan mesin tik manual menjadi doodle di laman utama Google hari ini, Senin (6/2/2017).

Pria tersebut adalah Pramoedya Ananta Toer, secara luas dianggap sebagai salah satu pengarang yang produktif dalam sejarah sastra Indonesia.

Google Doodle Pramoedya Ananta Toer
Google Doodle Pramoedya Ananta Toer

Pram yang lahir pada di Blora, Jawa Tengah, 6 Februari 1925 silam itu hari ini diperingati ulang tahunnya yang ke-92.

Banyak fakta menarik tentang penulis yang penuh kontroversi ini.

Penasaran apa saja?

Berikut ini 6 fakta menarik Pramoedya Ananta Toer yang perlu kamu ketahui.

Rekomendasi Untuk Anda

1. Tiga kali tak naik kelas

Pram kecil malah tidak begitu cemerlang dalam pelajaran di sekolahnya.

Bahkan ia pernah tiga kali tidak naik kelas saat dibangku sekolah dasar.

Hal ini membuat Pram mendapatkan cap sebagai anak bodoh dari ayahnya, Pak Mastoer, salah satu tokoh Institut Boedi Oetomo.

2. Kisah asmara

Pernikahan pertama Pram diketahui berakhir dengan perceraian karena masalah ekonominya yang tidak menentu sebagai penulis.

Kemudian ia bertemu dengan Maemunah Thamrin di sebuah pameran buku pertama di Indonesia saat masa Soekarno.

Keteguhan dan pendekatan Pram berhasil dan membuat Maemunah menjadi istri yang tetap setia mendampinginya dalam segala suka duka.

3. Akrab dengan penjara

Pram yang selalu mengkritik rezim penguasa membuatnya sering keluar masuk penjara.

Bahkan ia telah mencicipi penjara di tiga periode kepemimpinan yakni di zaman Belanda, Orde Lama dan Orde Baru.

Alasannya pun beragam, mulai dari keterlibatannya dalam pasukan pejuang kemerdekaan di zaman Belanda, hingga tuduhan terlibat dalam Gerakan 30 September 1965 di masa Orde Baru.

4. Pandangan dan ideologi

Pram di cap sebagai orang komunis saat masa pemerintahan Orde Baru.

Namun hal tersebut berbeda dengan pengakuan sastrawan yang meninggal pada 30 April 2006 ini.

Pram sendiri mengaku bahwa dirinya tidak pernah memihak ideologi apapun.

Ia selalu mengatakan bahwa ia hanya berpihak pada keadilan, kebenaran dan kemanusiaan atau sering disebut Pramisme.

5. Tetralogi Buru

Pram menjadi salah satu pengarang Indonesia yang dengan menghasilkan banyak karya berkualitas.

Bahkan beberapa karyanya telah diterjemahkan ke dalam bahasa asing.

Salah satu karyanya yang terkenal adalah serial 'Tetralogi Buru' yang berisikan Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca.

Sesuai dengan namanya, serial ini ditulis saat Pram saat dirinya menjadi tahanan politik di Pulau Buru pada 1969-1979.

6. Reputasi Internasional

Banyak karya Pram yang mendapatkan apresiasi tinggi di dunia internasional.

Sekitar 200 buku Pram telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa seperti Yunani, Spanyol, Belanda, Jerman, Korea, Jepang, Turki, sampai bahasa Malayalam, suatu bahasa etnis di India.

Hal ini membuat Pram berkali-kali dinominasikan untuk meraih penghargaan Nobel Sastra.

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas