Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

ACTA Pertanyakan Sikap Jokowi Satu Mobil dengan Terdakwa Penista Agama

Namun demikian harus diingat bahwa Ahok, selain posisinya sebagai Gubernur DKI Jakarta, juga merupakan terdakwa kasus penistaan agama.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in ACTA Pertanyakan Sikap Jokowi Satu Mobil dengan Terdakwa Penista Agama
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Presiden Joko Widodo dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meninjau perkembangan proyek pembangunan simpang susun Semanggi, Jakarta, Kamis (23/2/2017). Pembangunan proyek yang diharapkan akan mengurai kemacetan lalu lintas di kawasan Semanggi tersebut ditargetkan selesai pada Agustus 2017. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Agustiar, mengatakan Presiden Joko Widodo memang berhak untuk mengajak siapapun satu mobil dengannya termasuk Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Namun demikian harus diingat bahwa Ahok, selain posisinya sebagai Gubernur DKI Jakarta, juga merupakan terdakwa kasus penistaan agama.

Baca: Singgung Ahok, Fahri Hamzah: Terdakwa kok Bicara Sama Presiden, Masuk Mobil Presiden

Baca: Semobil dengan Ahok, Fadli Zon Bertanya Apakah Artinya Jokowi Melindungi Terdakwa?

Agustiar mengatakan sedikit banyaknya keputusan Presiden mengajak Ahok bisa mempengaruhi perasaan orang-orang yang merasa dirugikan dengan penistaan agama yang diduga dilakukan Ahok.

"Di sini banyak dari masyarakat merasa sensitifitasnya tersentuh, bagaimana seorang terdakwa sekarang sedang menjalankan persidagan kok bisa berjalan, beriringan satu mobil dengan pak presiden," ujar Agustiar kepada wartawan di sebuah restoran cepat saji di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/2/2017).

Ia berharap kedepannya Presiden Joko Widodo juga harus memikirkan bagaimana masyarakat yang tersakiti atas pernyataan Ahok yang akhirnya menyeretnya sebagai terdakwa kasus penistaan agama itu.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia khawatir masyarakat akan meragukan obyektifitas proses hukum terhadap Ahok.

"Mengapa seorang terdakwa bisa seperti ini, akhirnya menimbulkan apa nanti, secara psikologis di masyarakat, ini persidangannya nanti bagaimana," ujarnya.

"Semoga pak presiden bisa lebih arif lagi dalam menjalankan tugas sehari-harinya. Semoga pak presiden bisa menjadikan hukum di negara ini sebagai panglima," dia menambahkan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas