Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

PDI-P Nilai Kunjungan Raja Salman Strategis di Tengah Perubahan Dunia

"Kunjungan strategis ini juga mempunyai arti multi dimensi," kata Andreas melalui pesan singkat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in PDI-P Nilai Kunjungan Raja Salman Strategis di Tengah Perubahan Dunia
ISTIMEWA
Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Andreas Hugo Pareira menilai kunjungan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud bersifat strategis ditengah perubahan yang tengah melanda dunia.

Sekaligus akan tercatat dalam sejarah sebagai kunjungan seorang kepala negara dengan delegasi terbesar yg pernah berkunjung ke Indonesia.

"Kunjungan strategis ini juga mempunyai arti multi dimensi," kata Andreas melalui pesan singkat, Senin (27/2/2017).

Dari aspek ekonomi,  Andreas menuturkan kunjungan ini diikuti oleh delegasi pemerintah, 10 menteri dan pangeran yang mempunyai otoritas penting dalam kerjasama ekonomi dan investasi. 

"Rencana investasi puluhan milyar US dollar kiranya akan mempererat hubungan kerjasama ekonomi kedua negara," kata Ketua DPP PDI Perjuangan itu.

Kemudian dari aspek politik, Andreas menuturkan kunjungan Raja Salman mempunyai nilai strategis mengingat Arab Saudi adalah middle power di Timur Tengah, sebagaimana halnya Indonesia di Asia Tenggara. 

Rekomendasi Untuk Anda

"Kerjasama dan peningkatan hubungan bilateral antar kedua negara akan menjadi faktor yang menentukan stabilitas di kedua kawasan," kata Andreas.

Terakhir dari aspek agama dan budaya, Andreas menuturkan kerjasama yang erat antar kedua negara akan meningkatkan kualitas kehidupan agama  dan peradaban muslim didunia. Mengingat Arab Saudi sebagai pusat peradaban muslim dunia.

Sementara, kata Andreas, Indonesia sebagai negara demokrasi Pancasila dengan populasi muslim terbesar di dunia. 

"Membangun kerjasama di bidang agama dan kebudayaan diharapkan tentu akan mengjasilkan pemahaman yg sama antar kedua negara yang tentunya akan menjadi barometer bagi perdamaian dunia, khususnya masyarakat muslim dunia," tutur Andreas.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas