Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jokowi: Memalukan Kalau Masih Ada Penderita Gizi Buruk

"Jangan sampai masih ada yang namanya gizi buruk. tidak. Memalukan kalau masih ada. Mudah-mudahan tidak ada. Ini yang harus kita selesaikan,"

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Yurike Budiman
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Jokowi: Memalukan Kalau Masih Ada Penderita Gizi Buruk
Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Yurike Budiman

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo membuka rapat kerja kesehatan nasional tahun 2017 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (28/2/2017).

Dalam sambutannya, ia menyampaikan kepada Menteri Kesehatan Nila Moeloek, jangan sampai ada gizi buruk yang dialami anak-anak Indonesia.

"Saya tidak bisa menerima hal-hal ini (gizi buruk) ada di negara kita," kata Jokowi dalam sambutannya, Selasa (28/2/2017).

Baca: Pangkostrad Periksa Senjata, Pipi, Hingga Perut Anggota Untuk Amankan Raja Salman dan KTT IORA

Menurutnya, kesehatan masyarakat harus dijamin karena merupakan hal mendasar bagi pembangunan masyarakat.

"Jangan sampai masih ada yang namanya gizi buruk. tidak. Memalukan kalau masih ada. Mudah-mudahan tidak ada. Ini yang harus kita selesaikan," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Jokowi berharap ada upaya perbaikan kesehatan masyarakat untuk meraih Indonesia Emas pada 2045.

Baca: Habib Rizieq: Kita Sambut Kedatangan Raja Salman, Beliau Saudara Kita

Menurutnya, masa depan Indonesia bisa dijamin bila kualitas anak-anak Indonesia sekarang dijaga.

"Problem-problem kita, angka kematian ibu, angka kurang gizi, penyakit yang masih ada. Kita lihat belakangan ini, demam berdarah, TBC, harus diselesaikan kalau kita mau masuk ke Indonesia Emas 2045," tutur Jokowi.

Jokowi menjelaskan alokasi anggaran untuk sektor kesehatan sebesar 5 persen dari APBN atau berjumlah sekitar Rp 104 triliun.

"Tugas kita mengantar anak-anak menuju kepada Indonesia maju 2045," katanya.

Baca: Fadli Zon Ingatkan Kunjungan Raja Salman Jangan Hanya Seremonial

Artinya, kata jokowi, tenaga kesehatan harus aktif mendatangi masyarakat jangan hanya menunggu di Puskesmas dan menunggu orang sakit.

"Datangi mereka, gencarkan. Beritahukan mana yang benar, yang tidak benar. Mana yang harus dilakukan, dan tidak boleh dilakukan," katanya.

Hadir dalam acara ini, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadimuljono, dan juga Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas