Kedatangan Raja Salman Bin Abdul Aziz Al-Saudi Moementum Luar Biasa
Kedatangan Raja Arab Saudi, Salman Bin Abdul Aziz Al-Saudi menjadi momentum luar biasa untuk membuktikan bahwa Indonesia dan Saudi Arabia
Editor:
Rachmat Hidayat
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Kedatangan Raja Arab Saudi, Salman Bin Abdul Aziz Al-Saudi menjadi momentum luar biasa untuk membuktikan bahwa Indonesia dan Saudi Arabia memiliki hubungan yang sangat hangat.
Pada kunjungannya 47 tahun lalu Raja Faisal menyampaikan mengungkapan; siapa yang mengingkari hubungan ini antara Saudi dan Indonesia seperti mengingkari matahari di siang bolong”.
"Kita buktikan bahwa ungkapan itu masih berlaku sampai dengan sekarang.Sambutan yang optimal dari DPR dengan menggelar kegiatan di Komplek senayan adalah salah satu upaya dalam membina hubungan baik antar dua negara," ujar Habib Aboebakar Alhabsy, Rabu (1/4/2017).
"Hari ini meski semua anggota DPR sedang melakukan tugas reses di daerah pemilihannya, kita kembali ke Jakarta untuk memberikan penghormatan dan sambutan terbaik atas kehadiran Raja Salman," lanjutnya.
Untuk pihak legislatif, kata Abobakar, sebenarnya kesempatan yang sangat langka. Pimpinan Arab Saudi yang menggunakan sistem kerajaan menyambangi gedung parlemen sebagai bentuk penghormatan terhadap Indonesia yang memilih menggunakan sistem demokrasi.
"Saya rasa ini adalah padangan moderat yang luar biasa dari Raja Salman dalam upaya menjaga hubungan baik kedua negara.Terlihat bahwa hubungan Indonesia dan Saudi Arabia sudah pada tahap saling memahami," ujarnya.
Raja Saudi Arabia menghormati pilihan rakyat Indonesia untuk menggunakan negara demokrasi yang berlandaskan pancasila meskipun mayoritas penduduknya adalah masyarakat muslim.
Aboebakar yakin, Pemerintah juga telah menyiapkan banyak kegiatan dalam rangka meningkatkan kehangatan hubungan bilateral kedua negara. Baik dalam persoalan perdagangan, investasi, promosi pariwisata atapun dalam penetapan kuota haji.
"Rombongan besar Raja Salman yang membawa 10 menteri pastilah membawa banyak penawaran menarik untuk Indonesia. Saya yakini, konteks kerja sama yang ditawarkan pastilah menguntungkan kedua belah negara," pungkasnya.
Baca tanpa iklan