Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Masih Perlukah Wajah Tersangka Pelecehan Seksual Anak Itu Ditutup?

Reza, misalnya, mempertanyakan wajah para tersangka yang masih ditutup oleh polisi saat rilis kasus tersebut di Mapolda Metro Jaya.

Masih Perlukah Wajah Tersangka Pelecehan Seksual Anak Itu Ditutup?
KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR
Rilis kasus pornografi anak di Facebook dengan empat orang tersangka yang ditangkap, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (14/3/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Petugas Polda Metro Jaya mengungkap praktik prostitusi khusus anak di bawah usia atau pedofilia secara online melalui media sosial (facebook) dengan akun "Official Loly Candys Group 18+".

"Kami amankan empat pelaku kejahatan pornografi anak secara online," kata Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi M Iriawan di Jakarta Selasa (14/3/2017).

Namun, masih ada beberapa hal yang mengganjal, seperti diungkapkan, Reza Indragiri Amriel, Kabid Pemenuhan Hak Anak, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Indonesia.

Reza, misalnya, mempertanyakan wajah para tersangka yang masih ditutup oleh polisi saat rilis kasus tersebut di Mapolda Metro Jaya.

"Muka terduga teroris diperlihatkan. Muka tersangka korupsi dipampangkan. Kalau memang kejahatan seksual terhadap anak adalah kejahatan luar biasa, maka penindakannya harus luar biasa. Namun mengapa wajah para tersangka pedofil online ditutup, ya? Menurut saya masyarakat perlu dibantu mengidentifikasi kemungkinan tersangka "berkeliaran" di wilayah mereka," ujarnya dalam keterangan tertulis kepada wartawan.

Selain soal wajah, Reza juga menyoroti modus dan pola para pelaku pedofil ini yang menurutnya bukan tergolong "lone wolf" (serigala yg berkeliaran sendirian).

"Mereka bisa disebut sebagai jejaring pedofil internasional. Kejahatan internasional. Modusnya via online. Canggih. Tapi mengapa terkesan diekspos terlalu dini, ya? Bukankah sebaiknya didahului jalinan kerjasama dg Interpol, lalu gerebek serentak di seluruh negara terkait, baru kemudian jumpa pers? Ekspos terlalu dini malah membuat para anggota FB dan WA tersebut tiarap sehingga semakin sulit dilacak," katanya.

Meski pelaku sudah diringkus, Reza juga meminta pemerintah tidak melupakan nasib korban.

"Nah, berapa banyak korban kanak-kanak di video pedofil? Siapkah anggaran untuk melaksanakan isi UU Perlindungan Anak bahwa korban kanak2 harus direhabilitasi?"

Ikuti kami di
Penulis: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas