Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Golkar Akui Ada Usulan Dedi Mulyadi dan Nurul Arifin di Pilkada Jabar

Golkar sedang memasuki tahap penjaringan nama-nama calon. Nama Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dan Ketua DPP Golkar Nurul Arifin

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Golkar Akui Ada Usulan Dedi Mulyadi dan Nurul Arifin di Pilkada Jabar
Tribunnews.com/ Ferdinand Waskita
Nusron Wahid. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Partai Golkar mengakui adanya nama-nama yang muncul jelang Pilkada Jawa Barat 2018. Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Golkar Nusron Wahid mengatakan pihaknya memiliki mekanisme dalam mengusung nama calon di Pilkada.

Saat ini, Golkar sedang memasuki tahap penjaringan nama-nama calon. Nama Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dan Ketua DPP Golkar Nurul Arifin masuk dalam bursa calon Gubernur Jawa Barat.

"Hampir semua ada, Dedi diusulkan, Nurul Arifin juga, semua diusulkan," kata Nusron di Rumah Duka KH Hasyim Muzadi, Depok, Kamis (16/3/2017).

Sementara Sekjen Golkar Idrus Marham mengatakan sejumlah DPD Golkar tingkat II mulai menyampaikan dukungan kepada Dedi Mulyadi. Dedi menjabat sebagai Ketua DPD I Golkar Jawa Barat.

"Saya katakan, kalau anda punya aspirasi mendukung ketuanya, maka anda harus kerja. Kerja-kerja dekat dengan rakyat, yakinkan rakyat bahwa ketua anda ini memiliki kemampuan visi memimpin Jawa Barat," tutur Idrus.

Idrus mengatakan pihaknya mulai berkomunikasi dengan partai-partai lain mengenai calon Gubernur Jawa Barat. Contohnya, Idrus berkomunikasi saat pertemuan parpol pendukung Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Rekomendasi Untuk Anda

"Jadi komunikasi politik itu sebuah keniscayaan itu cair saja. Jadi komunikasi jangan hanya ada kepentingan itu prinsip Golkar. Siapapun kita komunikasi dan pada momentum tertentu kita agendakan," kata Idrus.

Sejauh ini, kata Idrus, respon parpol terhadap Dedi Mulyadi terbilang positif. Namun, Golkar belum memberikan penilaian bila disandingkan nama Walikota Bandung Ridwan Kamil.

"Jadi sampai sekarang kita belum memberikan penilaian. Kita serahkan lembaga survei nanti," ujar Idrus.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas