Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

SBY Jarang Naiki Mercy Anti Peluru

Susilo Bambang Yudhoyono merasa disudutkan terkait pemberitaan ia meminjam mobil dinas kepresidenan, Mercedes Benz S-600 Pullman Guard.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Glery Lazuardi
Editor: Dewi Agustina

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merasa disudutkan terkait pemberitaan ia meminjam mobil dinas kepresidenan, Mercedes Benz S-600 Pullman Guard.

SBY berdalih bahwa mewah itu bukan pinjaman, melainkan pemberian dari negara kepada mantan kepala negara Indonesia.

Polemik mobil dinas kepresidenan itu berawal saat salah satu mobil yang digunakan Presiden Joko Widodo mogok ketika kunjungan kerja di Kalimantan Barat, Sabtu (18/3/2017).

Belakangan diketahui mobil dinas kepresidenan yang tersisa di istana hanya berjumlah tujuh mobil.

Informasi adanya mobil dinas kepresidenan yang dipinjam SBY pertama kali disampaikan Kepala Sekretariat Presiden, Darmansjah Djumala.

Mobil seharga Rp 12 miliar itu diserahkan kepada SBY tatkala pasca serah terima pemerintahan dari Presiden SBY ke Jokowi, pada 2014 lalu.

Sekretaris Kabinet Republik Indonesia pada Kabinet Indonesia Bersatu II, Dipo Alam, mengatakan pemberian kendaraan milik negara beserta pengemudi diatur di dalam pasal 8 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1978 tentang Hak Keuangan/Administratif Presiden dan Wakil Presiden serta Bekas Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.

Rekomendasi Untuk Anda

Setelah terjadi pergantian dari SBY ke Joko Widodo, pemerintah berkewajiban memberikan sebuah rumah kediaman dengan perlengkapannya serta kendaraan milik negara dengan pengemudi.

Untuk SBY, rumah itu sudah diberikan di Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, pada 2016.

Sedangkan untuk kendaraan milik negara, pemerintahan Jokowi belum menganggarkan pengadaan. Sehingga, untuk sementara, SBY diberikan salah satu dari delapan kendaraan Mercedes Benz S-600 Pullman Guard.

Kendaraan itu langsung diantarkan ke rumah SBY di Cikeas.

Baca: Fahri Hamzah Marah-marah: Saya Lihat KPK Kekonyolannya Telanjang


"Saya sayangkan penjelasan Sekretariat Presiden (Darmansjah Djumala--red). Dia menyatakan seolah-olah presiden (Susilo Bambang Yudhoyono--red) meminjam bukan hak. Pada 20 Oktober 2014 itu dipinjamkan Setneg karena pengadaan pembelian mobil belum dilakukan. Ditawarkan berikut sopir sesuai amanat undang-undang. Diterima oleh SBY," tutur Dipo Alam, kepada wartawan, Rabu (22/3/2017).

Mobil Mercedes Benz S-600 Pullman Guard merupakan keluaran tahun 2007. Belakangan diketahui mobil itu sempat mogok ketika dipergunakan.

Untuk segi keamanan, menurut dia, sudah seharusnya negara menganggarkan dana pengadaan mobil baru, terutama yang diperuntukkan bagi Presiden Jokowi.

Dia tak dapat membayangkan apabila mobil yang saat ini dipergunakan sewaktu-waktu mengalami masalah mesin atau di tengah jalan mendapatkan gangguan teroris.

Sehingga, untuk mengantisipasi hal tak diinginkan, maka dapat diadakan mobil baru.

"Kalau terjadi apa-apa, masa gara-gara mobil tua. Demi keamanan presiden adakan mobil baru. Aman untuk presiden," kata Dipo Alam.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Roy Suryo, mengatakan SBY jarang menggunakan Mercedes Benz S-600 Pullman Guard.

Di setiap kegiatan, lulusan Akabri tahun 1973 itu lebih sering menggunakan kendaraan Alphard berwarna hitam atau Toyota Hiace.

Dia menjelaskan, alasan SBY menggunakan dua mobil lainnya karena kendaraan Mercedes Benz S-600 itu sering mengalami masalah.

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu mengaku SBY terakhir kali menggunakan kendaraan kepresidenen itu pada September 2016.

"Kenyataannya mobil jarang dipakai, apalagi dipakai acara partai. Jarang dipakai, saya tahu mobil tak pernah dipakai dari penjelasan (SBY). Terakhir mobil dipakai September 2016. Pakai Toyota Hiace dan Alphard hitam," ujar Roy. (tribunnews/glery lazuardi)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas