Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
VS
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
VS
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
VS
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

BNP2TKI Siapkan Program Upskilling untuk Tingkatkan Daya Saing TKI Sektor Keperawatan

BNP2TKI terus melakukan upaya peningkatan daya saing TKI sektor keperawatan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in BNP2TKI Siapkan Program Upskilling untuk Tingkatkan Daya Saing TKI Sektor Keperawatan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Kepala BNP2TKI Nusron Wahid (tengah) memberikan sambutan saat pemberian asuransi kepada perwakilan keluarga tki yang menjadi korban Peristiwa Mina disaksikan di Kantor BNP2TKI, Jakarta, Selasa (6/10/2015). BNP2TKI bersama OJK memfasilitasi pemberian asuransi kepada keluraga ketiga TKI yang menjadi korban Peristiwa Mina. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN) 
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) terus melakukan upaya untuk meningkatkan daya saing TKI sektor keperawatan.

Ralam rangka itu, BNP2TKI akat menggencarkan penyeelenggaraan program upskilling untuk peningkatan kecakapan bagi para calon TKI khusus perawat.

Demikian disampaikan Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, saat melakukan sosialisasi bekerja ke luar negeri untuk sektor perawat, di Pendopo Kabupaten Kudus, Jumat (24/3/2017).

Acara dihadiri kurang lebih 700 peserta dari sekolah perawat dari kabupaten Kudus, Pati, Rembang, Jepara, Demak, Grobogan, Blora. Turut hadir Bupati Kudus, H Mustofa, Ketua DPD PPNI Jawa Tengah, Edi Wuryanto, serta jajaran Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) Kabupaten Kudus.

"Menurut data BNP2TKI, tiap tahun ada permintaan 16 ribu perawat, namun Indonesia pada tahun 2016 hanya mampu mengirim 200 orang di sektor keperawatan," kata Nusron.

Hambatan dalam memenuhi permintaan itu, kata Nusron, kelemahan dalam bahasa Inggris khusus istilah medis, kompetensi, merk/lisensi serta sertifikat di Indonesia yang tidak diakui di luar negeri.

Padahal, kata dia, lembaga-lembaga pendidikan keperawatan di Indonesia berjumlah 863. Per tahun, jumlah kelulusannya sebanyak 43.150 orang. Tetapi dari jumlah tersebut hanya terserap 14-15 ribu orang.

Rekomendasi Untuk Anda

"Sedangkan sisanya 27-28 ribu kemungkinan bekerja pada sektor lain," ujarnya.

Mencermati perkembangan itu, lanjut Nusron, BNP2TKI akan memfasilitasi kursus (upskill) kepada perawat yang ingin meningkatkan kemampuan dan mengubah masa depan.

"Sektor kesehatan dan hospitality merupakan sektor prioritas dalam penempatan TKI formal di luar negeri," ungkapnya.

Bupati Kudus, H Mustofa langsung menyambut positif apa yang diusulkan BNP2TKI.

Dalam sambutannya, Mustofa dengan sigap menyatakan kesiapannya menyediakan tempat untuk kursus peningkatan kecakapan calon TKI sektor perawat.

Sementara terkait dengan sosialisasi kerja luar negeri untuk perawat yang baru pertama kali diselenggarakan di Kudus, Mustofa juga menyambutnya dengan baik dengan harapan ke depan memberikan manfaat kepada perawat di tujuh kabupaten di Jawa Tengah sehingga memberikan opsi bekerja di luar negeri.

"Perawat ke luar negeri bukanlah TKW, tapi TKI professional yang dihargai dengan mahal," ungkapnya.

"Kudus siap menjadi kabupaten tempat diselenggarakannya upskilling," tambah dia.

Dengan kursus kursus upskilling, maka ke depan memungkinkan perawat Indonesia memiliki daya saing terhadap perawat dari Vietnam, Philipina dan negara lain hingga dapat diterima bekerja di Jepang.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas