Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE ●
tag populer

Ade Komaruddin Pernah Minta Ical Agar Ingatkan Setya Novanto Tidak Bermain e-KTP

Ade Komaruddin pada kesempatan tersebut mengatakan tidak ingin partainya bubar karena ulah Setya Novanto di proyek KTP elektronik.

Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Ade Komaruddin Pernah Minta Ical Agar Ingatkan Setya Novanto Tidak Bermain e-KTP
Eri Komar Sinaga/Tribunnews.com
Ade Komaruddin 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota DPR RI Ade Komaruddin mengaku pernah meminta kepada Aburizal Bakrie alias Ical yang saat itu menjabat ketua umum Partai Golkar untuk mengingatkan Setya Novanto.

Saat bersaksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan KTP elektronik tahun anggaran 2011-2012, Ade Komaruddin mengatakan dia menghadap Ical karena mendapatkan informasi mengenai dugaan keterlibatan Setya Novanto pada proyek tersebut.

Keterangan tersebut sebelumnya sudah pernah diungkapkan Ade Komaruddin dalam berita acara pemeriksaan (BAP) di Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Suatu saat saya menghadap ketum partai. Waktu itu Pak Aburizal Bakrie. Saya sampaikan, saya didasari info yang beredar di luar, isu, media, bisik-bisik dan sebagainya, terus terang saja saya tidak tahu kebenarannya, tapi saya wajib mengingatkan kepada pimpinan partai Bang Ical," kata Ade Komaruddin di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (6/4/2017).

Ade Komaruddin pada kesempatan tersebut mengatakan tidak ingin partainya bubar karena ulah Setya Novanto di proyek KTP elektronik.

"Saya bilang, bang saya ini di Golkar anggota DPR dari tahun '97. Saya sangat mencintai partai ini karena saya jadi anggota DPR sampai hari ini. Saya cuman berkeinginan abang mengingatkan, saya takut Pak Novanto terlibat dalam masalah ini," ungkap bekas ketua DPR RI itu.

Ade khawatir masa depan partainya jika menerima aliran uang dari hasil korupsi KTP elektronik.

Rekomendasi Untuk Anda

"Karena kalau ada aliran dana ke partai, partai bisa bubar. Sepengetahuan saya begitu. Saya tidak ingin partai ini bubar," kata Ade Komaruddin.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas