Menteri Susi Akan Terbang ke Jepang, Ini yang Akan Dibicarakan
"Saya juga membawa Rahmat Gobel sebagai duta khusus Jepang dari Indonesia, kita akan ketemu kadin Jepang,"
Penulis:
Apfia Tioconny Billy
Editor:
Adi Suhendi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Apfia Tioconny Billy
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Jepang.
Tiba di Jepang, Jumat (27/4/2017), Menteri Susi akan bertemu dengan sejumlah pelaku usaha yang tergabung di Kamar Dagang dan Insdustri (Kadin) Jepang.
Susi pun akan bertemu dengan menteri luar negeri Jepang.
"Saya ke Jepang temu Kadin Jepang, Menlunya," ucap Menteri Susi saat konferensi pers dikediaman dinasnya di Jalan Widya Candra V, Jakarta Selatan, Kamis (6/4/2017).
Kunjungan Susi Pudjiastuti nantinya akan didampingi Rahmat Gobel, pengusaha yang menjabat sebagai duta khusus Jepang dari Indonesia.
"Saya juga membawa Rahmat Gobel sebagai duta khusus Jepang dari Indonesia, kita akan ketemu kadin Jepang," katanya.
Dalam kunjungan tersebut Menteri Susi akan mengajak Jepang untuk berinvestasi membangun pengolahan khususnya di wilayah Indonesia bagian timur.
Tidak hanya itu, kerjasama di bidang pelelangan ikan serta pendidikan juga akan dibicarakan.
"Untuk investasi membangun pengolahan di Indonesia, terutama timur, barat di Sabang," katanya.
Kata dia, Jepang setuju mambangun pusat terintegrasi pelelangan ikan dan pendidikan di Sabang, Natuna, Morotai.
"Ada tiga lagi kita tawarkan," ungkap Menteri Susi.
Menteri Susi mengatakan dalam pertemuan tersebut dirinya akan meminta Jepang untuk memberikan bantuan RadarSAT.
"Kita minta bantuan RadarSAT seperti yang sudah diberikan mereka beberapa tahun lalu yang terpasang di Wakatobi, dimana radar SAT ini punya kamera long way jadi yang lewat kelihatan semua dari gedung kita," kat Susi.
Dengan alat tersebut, bisa terpantau barang apa saja yang terbuat dari logam dengan jarak 2 meter.
"Kalau ada apa mendekat karang bisa nyala, bisa komunikasi radio jadi bisa dihentikan agar bisa diantisipasi," kata Menteri Susi.