Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hendardi: Penolakan Warga Semarang Terhadap FPI Sudah Benar

FPI selama ini diidentikkan dengan pelaku aksi-aksi intoleransi dan kekerasan yang menyebarkan teror ketertiban sosial.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Hendra Gunawan
zoom-in Hendardi: Penolakan Warga Semarang Terhadap FPI Sudah Benar
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
DIKAWAL KETAT - Muhammad Rizieq Shihab (Habib Rizieq) dikawal saat datang di Terminal 2, Bandara Internasional Juanda, Selasa (11/4). Rencananya Ketua FPI itu akan memberikan ceramah di Masjid Ampel pada Selasa (11/4) malam. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Hendardi, Ketua Badan Pengurus SETARA Institute mengatakan, penolakan warga atas rencana pengukuhan organisasi FPI di Semarang pada Kamis (13/4/2017), merupakan ekspresi penolakan warga atas ideologi dan pendekatan aktivitas FPI yang merongrong kamajemukan, Pancasila, dan dengan cara-cara kekerasan.

"Jadi tindakan itu bukanlah penolakan terhadap hak untuk berserikat anggota FPI," kata Hendardi dalam rilisnya, Jumat (14/4/2017).

Hendardi menjelaskan, langkah Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji, yang turut serta melakukan pelarangan adalah langkah tepat untuk menjaga koeksistensi di Kota Semarang yang plural, aman, dan damai.

Menurutnya, FPI selama ini diidentikkan dengan pelaku aksi-aksi intoleransi dan kekerasan yang menyebarkan teror ketertiban sosial.

"Sikap tegas Kapolrestabes yang mempersempit ruang gerak kelompok intoleran ini perlu jadi rujukan bagi polres-polres lain dalam bersikap menangani organisasi yang prokekerasan ini. Janganlah seperti Bupati Kuningan, Jawa Barat yang justru memfasilitasi pembentukan FPI Kuningan," tandasnya.

Menyadari virus intoleransi yang sudah semakin meluas dan membahayakan republik yang majemuk ini, jelasnya, sudah semestinya semua penyelenggara negara dan pemerintahan mengambil langkah-langkah preventif berkelanjutan menjaga dan merawat keberagaman Indonesia

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas