Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kader PPP Sebut Djan Faridz dan Romi Gadaikan Moral Demi Materi

Baik kubu Djan Faridz dan Romahurmuziy (Romi) kompak memberikan suara pada pasangan calon nomor dua

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Kader PPP Sebut Djan Faridz dan Romi Gadaikan Moral Demi Materi
Tribunnews.com/Abdul Qodir
Pengurus PPP yang mendukung Anies-Sandi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pimpinan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) telah bersatu mendukung Ahok-Djarot pada Pilkada putaran kedua. Baik kubu Djan Faridz dan Romahurmuziy (Romi) kompak memberikan suara pada pasangan calon nomor dua.

Ketua Umum PPP Dewan Pimpinan Wilayah Yogyakarta HM Syukri Fadholi menilai Djan Fardiz dan Romi mengkhianati prinsip keislaman partainya. Bahkan Syukri menyebut dua Ketua Umum PPP menggadaikan moralnya demi materi duniawi.

"Kebijakan Djan Faridz dan Romi, berkihanat prinsip keislaman kita, mereka tega-teganya menggadai moral hanya mengejar jabatan dan materi," ujar Syukri di Jakarta, Jumat (14/4/2017).
Syukri pun meminta agar Majelis Syariah dan Mahkamah PPP menghukum mereka karena mendukung pemimpin non muslim. Syukri juga ingin agar mereka disidang bahkan sampai dilengserkan.

"Majelis syariah, mahkamah partai harus melakukan sidang dua pejabat yang melanggar azas partai," ungkap Syukri.

Sebelumnya diberitakan Syukri mengajak kader PPP dari wilayah lain untuk mengganti dua pemimpin tersebut.

"Pejabat seperti itu harus dilengserkan. Tanggung jawab wilayah, memberikan somasi kepada kedua kubu yang mengkhianati partai kita cintai," ujar Syukri.

Sementara itu Majelis Tinggi PPP Bachtiar Chamsy mendukung Djan Faridz dan Romi diturunkan sebagai Ketua Umum PPP. Karena selain telah membuat perpecahan, langkah mereka mendukung Ahok Djarot menurut Bachtiar tidak sesuai dengan visi misi seorang partai Islam.

Rekomendasi Untuk Anda

"Tentunya arahnya akan kesana, akan ada satu PPP. Harus ada proseduer yang harus dilalui," papar Bachtiar.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas