Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE ●
tag populer

Menteri Susi: Stop Permasalahkan Gender

Menteri Susi pun memiliki prinsipnya sendiri untuk bisa sukses menjadi Kartini masa kini.

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Menteri Susi: Stop Permasalahkan Gender
Koresponden Tribunnews/Richard Susilo
Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti di Tokyo Jepang. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kehadiran tokoh Raden Ajeng Kartini telah menginspirasi wanita Indonesia.

Melalui pemikirannya yang dituangkan dalam tulisan, Kartini telah membuka perspektif baru bahwa wanita pun memiliki kesempatan yang sama dalam meraih pendidikan, berkarier dan menggapai cita-cita setinggi mungkin.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, salah wanita yang menginspirasinya selama ini adalah Kartini.

"Tentang Kartini, kalau baca surat-suratnya itu, terlihat bagaimana kecerdasannya. Apa yang dia bicarakan, pemikiran yang jauh sangat perspektif dan variatif. Tapi dia juga tidak menghilangkan budaya dan kearifan lokal yang ada", ungkap Menteri Susi, di Jakarta, Jumat (21/4/2017).

Menteri Susi pun memiliki prinsipnya sendiri untuk bisa sukses menjadi Kartini masa kini.

Kuncinya adalah, tidak perlu ragu dengan kemampuan diri sendiri.

"Saya tidak pernah membedakan diri saya dengan para pria. Dengan merasa setara maka saya yakin bisa melakukan juga apa yang pria lakukan," kata Susi.

Rekomendasi Untuk Anda

Menteri Susi menilai, peran wanita yang inspiratif saat ini sangat dibutuhkan.

"Peran wanita saat ini tentunya sangat dibutuhkan. Kalau tidak di depan sebagai planner, atau sebagai organizer", kata Susi.

Ia pun berpesan kepada seluruh masyarakat, khususnya wanita Indonesia untuk tidak mempermasalahkan gender dan harus berkreasi semaksimal mungkin.

"Stop mempermasalahkan gender. Kerja, bergerak, berkarir, berprestasi tanpa berpikir 'Oh saya perempuan, oh saya tidak boleh ini.. oh saya tidak boleh itu.., oh saya harus diistimewakan'. Jangan berpikir gender itu persoalan!," ujar Susi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas