Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Dua Pria yang Dicurigai di Kasus Novel Ternyata ''Mata Elang'', Apa Itu?

Keduanya berprofesi sebagai mata elang, atau orang yang dibayar oleh perusahaan leasing

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Dua Pria yang Dicurigai di Kasus Novel Ternyata ''Mata Elang'', Apa Itu?
Theresia Felisiani/Tribunnews.com
Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Polda Metro Jaya akhirnya membeberkan siapa dua pria yang kini diperiksa di Direktorat Reserse Kriminal Umum terkait kasus penyiraman air keras pada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan intensif pada keduanya, penyidik mengatakan kedua pria yang awalnya dicurigai ada hubungan dengan kasus Novel Baswedan ini ternyata bukan pelaku penyiraman ataupun tersangka.

"‎Perkembangan beredarnya foto di media soal terduga pelaku penyiraman air keras pada Novel, Polda Metro Jaya telah menemukan dua orang itu. Mereka sejak kemarin malam sudah diperiksa hingga siang ini, dari hasil pemeriksaan bisa diyakini keduanya bukan pelaku penyiraman," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, Sabtu (22/4/2017) di Polda Metro Jaya.

Mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur ini mengungkapkan, identitas kedua pria itu yakni Hasan (28) warga Kalibata, Jakarta Selatan ‎dan Muklis (28) warga Salemba, Jakarta Pusat.

Keduanya berprofesi sebagai mata elang, atau orang yang dibayar oleh perusahaan leasing untuk mencari cicilan motor yang menunggak dan bermasalah.

"Hasan dan Muklis ini profesinya mata elang, mereka tugasnya cari kendaraan yang tidak lancar bayar cicilan. Mereka juga tidak menutupi identitasnya," kata Argo.

Argo menambahkan alasan Hasan dan Muklis bukan pelaku penyerangan juga didukung karena saat peristiwa penyiraman Novel pada 11 April 2017 lalu keduanya tidak ada di lokasi kejadian.

Rekomendasi Untuk Anda

Saat itu, Hasan berada di Malang, Jawa Timur sejak 6 April-13 April 2017, didukung dengan adanya tiket pesawat atas nama Hasan.

Sedangkan Muklis ada di Tambun, Bekasi, Jawa Barat, di rumah saudaranya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas