Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ini Kata Menko Polhukam Wiranto Mengenai Ancaman Negara Terbaru

Wiranto menyebut, ancaman tersebut juga berbentuk gerakan dari dalam negeri yang bertujuan memecah belah bangsa.

Laporan Wartawan Tribunnews, Lendy Ramadhan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ancaman terhadap kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di era modern ini, bukan lagi hanya berbentuk serbuan dari militer asing.

Hal tersebut dinyatakan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto dalam acara silaturahmi dengan para petinggi universitas/kampus di Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (4/5/2017).

Wiranto menyebut, ancaman tersebut juga berbentuk gerakan dari dalam negeri yang bertujuan memecah belah bangsa.

"Sadar tidak sadar kita sudah masuk ke hal ini, berhadapan langsung," ujar Wiranto.

Terkait ancaman terhadap kedaulatan NKRI, Wiranto yang merupakan purnawirawan Jenderal TNI AD itu mengaku sudah mengenal betul.

Pasalnya, saat Presiden ke-2 RI, Suharto lengser ketika Indonesia dilanda kerusuhan, ia saat itu menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima ABRI (Menhankam Pangab).

"Kita bersyukur bisa keluar dari krisis itu tanpa kerusakan yang fatal, jangan ada krisis kedua. Hitungan saya (akan) sangat berbahaya (bila terulang)," ujarnya.

Baca: Menko Polhukam Wiranto: TNI Beli Alutsista Bukan untuk Kepentingan Perang

Wiranto menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam jika ada ancaman-ancaman terhadap kedaulatan negara, termasuk ancaman yang berbentuk upaya dari kelompok tertentu yang berniat mengganti ideologi Pancasila.

"Kalau Pancasila ada yang mengusik, ada yang menawar, membandingkan dengan falsafah dari ideologi lain, saya kira sudah lampu kuning," kata Wiranto.

Ia mengingatkan, bahwa tugas untuk menjaga NKRI adalah bagian dari Bela Negara, dan tugas tersebut bukan hanya kewajiban pemerintah.

Wiranto mengingatkan, membela NKRI adalah tugas dari semua elemen di Indonesia, termasuk rakyat Indonesia, dan hal tersebut diatur dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Liputannya, lihat tayangan video di atas. (*)

Penulis: Lendy Ramadhan
Editor: Sapto Nugroho
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas