Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Lebih dari Sebulan Dirawat di Singapura, Kondisi Mata Kiri Novel Baswedan Belum Sempurna

memasuki hari ke 31 mata kiri Novel Baswedan masih dalam kondisi stagnan, belum sembuh sempurna dibandingkan mata kanan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Sanusi
zoom-in Lebih dari Sebulan Dirawat di Singapura, Kondisi Mata Kiri Novel Baswedan Belum Sempurna
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menggunakan kursi roda saat akan dibawa ke RS Jakarta Eye Center dari RS Mitra Kekuarga, Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (11/4/2017). Novel Baswedan dipindahkan ke RS Jakarta Eye Center untuk menjalani perawatan lanjutan usai dirinya mengalami serangan fisik dari orang tak dikenal dengan menggunakan cairan yang diduga air keras yang membuat Novel Baswedan mengalami luka serius di sekitar wajah. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan memasuki hari ke 31 mata kiri Novel Baswedan masih dalam kondisi stagnan, belum sembuh sempurna dibandingkan mata kanan.

"Hari ini dilakukan pemeriksaan pagi dan sore. Pada pemeriksaan pagi dilakukan pengetesan huruf dan angka. Mata kiri hanya dapat melihat huruf paling besar di sebelah kiri atas (100/30). Sedangkan penglihatan mata kanan bagus dan dapat melihat sampai ukuran paling kecil," ucap Febri di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Selanjutnya ‎pada pemeriksaan sore dilakukan observasi terhadap dua bola mata Novel. Untuk mata kanan, pertumbuhan selaput kornea stagnan dari kemarin, terjadi inflamasi pada bagian tengah kornea namun tidak ada infeksi.

Untuk mata kiri, pertumbuhan yang sejak awal sangat lambat, dari hasil foto terlihat kondisi yang stagnan sejak kemarin. Tekanan mata sangat tinggi dan melewati batas normal, yaitu mencapai 31 (tekanan normal 16-21).

"Tekanan mata yang tinggi berpengaruh pada menurunnya kemampuan bekerjanya saraf mata yang jika dibiarkan berakibat pada berkurangnya kemampuan melihat," tegas Febri.

Untuk penyembuhan, dokter memberikan tambahan obat pengontrol tekanan mata dan dilakukan uji test darah untuk mengecek calsium dan potasium dalam darah.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas