Indonesia Siapkan Paket Kerjasama dengan Tiongkok dan Negara Lain
Luhut menjelaskan, paket kerjasama yang akan diusulkan nanti akan mengambil skema business to business
Penulis:
Imanuel Nicolas Manafe
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan Pemerintah Indonesia telah menyiapkan sejumlah paket kerjasama dalam rangka Belt and Road Forum for International Cooperation atau KTT Jalur Sutera.
Luhut menjelaskan, paket kerjasama yang akan diusulkan nanti akan mengambil skema business to business atau people to people.
"Pemerintah mengusulkan beberapa paket ekonomi kerjasama tapi bukan loan pemerintah, tapi ke B to B atau P to P," ujar Luhut di Conrad Hotel Beijing, RRT, Sabtu (13/5/2017).
Luhut menjelaskan, paket kerjasama ini nantinya tidak hanya tersentral kepada Tiongkok saja, tetapi ada beberapa paket yang akan ditawarkan kepada negara peserta KTT Jalur Sutera lainnya.
"Apakah Tiongkok saja? Ya tidak juga. Jadi kita bagi lah per paket," kata Luhut.
Luhut mencontohkan soal proyek pembangunan internasional di Bitung dan Belawan, yang tidak hanya ditawarkan kepada Tiongkok saja, namun ke negara lain dengan mempertimbangkan skema yang lebih menguntungkan.
"Kita tadi juga bicara mengenai Sumatera Utara. Nah Sumatera itu kan sudah masuk Belanda di Kuala Tanjung satu setengah miliar dolar. Nah sekarang kita tawarkan kalau mau konektivitas jalan kereta api di jalan raya atau laut dan tol sampai dari Kuala Tanjung ini sampai ke Sibolga lewat Parapat nanti mungkin akan di bangun properti-properti, di situnya pariwisata. Ini mereka suka dan akan kita bangun juga terminal di sana sehingga dengan begitu akan terkoneksi semua," kata Luhut.