Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Ahok

Dianggap Tak Profesional, Wajar Jaksa Ajukan Banding Vonis Ahok

"Walaupun didakwanya normatif gitu karena tidak lazim biasanya hakim mengikuti apa yang dituntut. Ini dituntut A divonis B,"

Dianggap Tak Profesional, Wajar Jaksa Ajukan Banding Vonis Ahok
Tribunnews.com/ Ferdinand Waskita
Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun di kawasan Cikini, Jakarta, Minggu (14/5/2017). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menilai wajar langkah jaksa penuntut umum (JPU) melakukan banding atas vonis Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Meskipun, Refly belum mengetahui isi banding JPU ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Menurut Refly, langkah jaksa melakukan banding terkait profesionalisme.

"Jaksa merasa dianggap tidak profesional dia menuntut dengan pasal 156 dengan hukuman 100 persen tiba-tiba jadi 156a dengan hukuman 200 persen kan begitu," kata Refly usai acara diskusi di kawasan Cikini, Jakarta, Minggu (14/5/2017).

Baca: Klarifikasi Pendukung Ahok Lewat SMS Kepada Tjahjo Dinilai Tidak Lengkap

Baca: Pengamat: Vonis 2 Tahun Penjara Justru Memperkuat Karir Politik Ahok

Baca: Politikus PPP Minta Jaksa Agung Kaji Kembali Pengajuan Banding Vonis Ahok

Refly pun melihat langkah jaksa wajar bila tujuan banding untuk menegakkan profesionalisme.

Ia menilai jaksa merasa tertampar mengenai vonis Ahok.

"Walaupun didakwanya normatif gitu karena tidak lazim biasanya hakim mengikuti apa yang dituntut. Ini dituntut A divonis B," kata Refly.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas