Tribun

Sabam Sirait Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Pancasila dan NKRI

Politisi senior PDI-Perjuangan Sabam Sirait mengaku sedih melihat kondisi bangsa belakangan ini.

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Malvyandie Haryadi
zoom-in Sabam Sirait Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Pancasila dan NKRI
Tribunnews.com/ Muhammad Zulfikar
Politikus senior PDIP Sabam Sirait 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politisi senior PDI-Perjuangan Sabam Sirait mengaku sedih melihat kondisi bangsa belakangan ini.

Walau demikian Sabam tetap optimistis seluruh elemen bangsa ini akan kembali bersatu padu menggapai cita-cita pendiri bangsa bangsa ini.

“Saya ingin tetap berjuang menyatukan bangsa ini. Untuk itu saya mengajak semua elemen bangsa bersatu menjaga Pancasila dan NKRI,” kata Sabam Sirait di diskusi “Membendung Paham Radikalisme di Tengah Kehidupan Berbangsa Bermasyarakat yang Berdasarkan Pancasila dan UUD 1945”, Jakarta, Senin (15/5/2017).

Acara itu diselenggraakan Yayasan Komunikasi Indonesia.

Hadir sebagai pembicara dalam diskusi kebangsaan itu selain Sabam Sirait, juga dihadiri oleh Direktur Indobarometer M Qodari, Ketua Umum GMKI Sahat Marthin Pilop Sinurat, Direktur Eksekutif Kajian Stratrgis Bangsa NU Abdul Ghopur dan Ketua Umum PP Kammi ,Kartika Nur Rokhman.

Sekalipun telah menginjak usia 81 tahun, Sabam Sirait mengaku tetap mengikuti perkembangan politik terkini bangsa ini. Ia tetap bersemangat untuk berjuang menyatukan bangsa ini.

Direktur Indobarometer M Qodari mengatakan, pemahaman sebagian warga negara akan arti kebhinekaan belum sepenuhnya sempurna. Menurutnya, masih ada perbedaan pemahaman mengenai bhineka mulai dari alam pikiran, sikap sampai pada tindakan.

“Masih ada yang menganggap ideologi yabg lain selain Pancasila. Padahal, Pancasila sangat jelas merupakan ideology bangsa yang terbaik saat ini,” katanya.

Ketua Umum GMKI Sahat Marthin Pilop Sinurat mengatakan, setiap lembaga pemerintah, mulai dari pejabat negara di pusat hingga pejabat publik di daerah harus memiliki sikap kenegarawanan.

Tidak hanya di situ sikap negawarwan harus dimilikijuga oleh pejbaat hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.

Menurutnya, nilai-nilai negarawan akan menjadikan bangsa ini tetap utuh. Kepentingan bangsa dan masyarakat menjadi yang utama dibanding kepentingan kelompok atau golongan.

“Pancasila dan UUD 1945 menjadi landasan dalam setiap kebijakan dan keputusan. Sehingga para pejabat tidak menyampaikan ujaran-ujaran yang dapat disalahartikan sekelompok orang dan menimbulkan konflik di tengah masyarakat,” katanya.

Menurut Sahat, tidak ada mayoritas dan minoritas yang absolut kalau berbicara tentang Indonesia. Bahkan menurut ketatanegaraan, setiap orang punya hak yang sama sebagai warga negara.

“Harusnya kalau memang kita berbicara soal soal ketatanegaraan, kebhinekaan dan pancasila seharusnya kita harus satu paradigma bahwa dalam hal mayoritas dan minoritas kita tidak ada perbedaan, kita bersatu,” jelasnya.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas