Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Akbar Tandjung Mulai Kritik Kepemimpinan Setya Novanto di Golkar

Akbar melihat Novanto sedang mencoba melakukan komunikasi ke daerah-daerah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Akbar Tandjung Mulai Kritik Kepemimpinan Setya Novanto di Golkar
Tribunnews.com/Ferdinand Waskita
Diskusi Refleksi Satu Tahun Partai Golkar kepemimpinan Setya Novanto di Hotel Puri Denpasar, Jakarta Selatan, Minggu (21/5/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Golkar Setya Novanto dinilai belum melakukan konsolidasi dengan baik selama satu tahun kepemimpinan di partai berlambang pohon beringin itu.

Demikian dikatakan Akbar saat diskusi "Refleksi Satu Tahun Partai Golkar kepemimpinan Setya Novanto" di Hotel Puri Denpasar, Jakarta Selatan, Minggu (21/5/2017).

Akbar melihat Novanto sedang mencoba melakukan komunikasi ke daerah-daerah.

"Ini belum lihat mempengaruhi soliditas partai. Konsolidasi partai, ternyata tidak," kata Akbar.

Baca: Isu Pergantian Setya Novanto Sebagai Ketua Umum Golkar Beredar di Rapimnas, Ini Kata Idrus

Akbar juga menilai produk Munaslub di Bali belum diketahui anggota, kader bahkan dewan Golkar.

Novanto membentuk Dewan Pembina, Dewan Kehormatan dan Dewan Pakar

Rekomendasi Untuk Anda

"Boleh dikatakan konsolidasi belum berjalan padahal sudah setahun," kata Mantan Ketua DPR itu.

Akbar menuturkan putusan Munaslub menjadi acuan bagi partai untuk mengeluarkan putusan organisasi.

Baca: Golkar Bahas Pilpres 2019 di Rapimnas

Ia mencotohkan konsolidasi tidak berjalan baik dengan banyaknya kepengurusan daerah dipimpin Pelaksana Tugas (Plt) oleh pengurus pusat

"Ini memperlihatkan belum terkonsolidasi dengan baik dan mekanisme organisasi," kata Akbar.

Penurunan tersebut, kata Akbar, juga dipengaruhi nama Novanto yang terlilit kasus e-KTP.

"Termasuk menyebut Novanto dalam kasus e-KTP. Sudah dicekal. Nah itu akan mempengaruhi, mudah-mudahan tidak terjadi sesuatu. Rapimnas momentum ini sebaiknya mencari langkah baru agenda politik ke depan," kata Akbar.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas