Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kapolri: Kelompok Pengebom Kampung Melayu Tahu Cara Hindari Deteksi Intelijen

Polisi terus memburu terduga kelompok peledakan di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur pada Rabu (24/5/2017) malam lalu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Kapolri: Kelompok Pengebom Kampung Melayu Tahu Cara Hindari Deteksi Intelijen
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas kepolisian melakukan olah TKP di lokasi yang diduga ledakan bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Kamis (25/5/2017) dini hari. Ledakan yang diduga bom menewaskan beberapa orang. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi terus memburu terduga kelompok peledakan di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur pada Rabu (24/5/2017) malam lalu.

Sebagian dari terduga pelaku telah ditangkap di Bandung dan Garut, Jawa Barat.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan para pelaku teror telah belajar cara menghindari kejaran kepolisian dan Densus 88.

Baca: Kapolri Buka Dua Identitas Pelaku Bom Kampung Melayu yang Sedang Diburu Polisi, Siapa Mereka?

Mereka juga telah belajar cara menangkal penetrasi intelijen masuk ke dalam kelompok.

"Mereka juga sudah belajar cara hindari deteksi kepolisian ‎dan deteksi intelijen," kata Tito di lokasi ledakan, Kampung Melayu, Jakarta Timur, Jumat (26/5/2017) petang.

Meskipun demikian, Tito telah memerintahkan jajarnya untuk memburu kelompok pelaku peledakan yang menewaskan tiga orang anggota kepolisian tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca: Tinjau Lokasi Ledakan Kampung Melayu, Kapolri Dikawal Pasukan Bersenjata

Dua orang terduga pelaku telah berhasil diidentifikasi bernama ‎Ahmad Kurnia dan Nur Salam.

‎"Akan kejar mereka. Sel mereka sudah tahu, kelompok mereka sudah tahu. Saya sudah perintahkan jajaran kejar habis kelompok ini," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, bom meledak di Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Rabu malam lalu.

Ledakan tersebut menyebabkan 16 orang korba‎n.

Termasuk, Tiga orang petugas kepolisian meninggal, dua orang terduga pelaku tewas, lima warga sipil dan enam anggota polisi luka.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas