Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

DPD Ricuh

Refly Sebut Pengkerdilan DPD Makin Menjadi-jadi

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menilai pengkerdilan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sudah terjadi dan makin menjadi-jadi.

Refly Sebut Pengkerdilan DPD Makin Menjadi-jadi
youtube
Pakar hukum tata negara Refly Harun saat sidang uji materi Undang Undang No. 10 tahun 2016 tentang Pilkada yang digelar di Mahkamah Konstitusi, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (26/9/2016). 

TRIBUNNEWS COM, JAKARTA - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menilai pengkerdilan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sudah terjadi dan makin menjadi-jadi.

Menurut Refly, hal itu terkait dampak parpolisasi di DPD

"Ketika mereka berbondong migrasi ke partai tertentu maka pengkhianatan electoral sudah terjadi," kata Refly dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta, Jumat (26/5/2017).

Refly mengatakan terdapat reaksi balik dari partai politik untuk mengkerdilkan DPD.

Baca: Dituding Ikut Berpolitik, Sekjen DPD Dilaporkan ke KASN

Apalagi, DPR memiliki kewenangan membuat undang-undang.

"Dengan masuk orang parpol ke DPD jadi tidak benar. DPD menjadi sasaran tembak, yang mengcapture DPD sekarang merupakan fraksi terkecil di DPR," kata Refly.

Hal itu, kata Refly, menimbulkan resistensi di DPR.

Anggota Parpol yang duduk di DPR lalu melihat DPD menjadi pesaing.

"Celakanya cara pikir politisi kita pendek, DPD dikuasai parpol tertentu, jawabannya, 9 partai perlemah DPD. Makanya saya tak setuju parpolisasi DPD," kata Refly.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas