Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Wiranto: Bom Kampung Melayu Mengancam Eksistensi Negara

Menkopolhukam Wiranto, mengutuk keras aksi teror yang terjadi di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5/2017) lalu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Wiranto: Bom Kampung Melayu Mengancam Eksistensi Negara
Tribunnews.com/ Nurmulia Rekso Purnomo
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, (Menkopolhukam) Wiranto. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto, mengutuk keras aksi teror yang terjadi di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5/2017) lalu.

Dikutip dari situs resmi Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam), Polkam.go.id, ia menyebut aksi tersebut sama terkutuknya dengan aksi pengeboman di Manchester, Inggris Raya, di lokasi konser penyanyi Ariana Grande.

"Aksi bom di Manchester Inggris dan di Kampung Melayu walaupun pelakunya berbeda namun memiliki kesamaan karakter, yaitu pertama untuk menunjukkan eksistensi mereka dan yang kedua untuk membuat korban sebesar-besarnya serta pada akhirnya mengancam eksistensi negara," kata Wiranto.

Peristiwa pengeboman di Terminal Kampung Melayu diketahui menewaskan lima orang, tiga di antaranya adalah anggota Polri, dua orang lainnya adalah pelaku bom bunuh diri.

Baca: Mantan Anggota Brimob Polda Sumut Tak Ada Hubungannya dengan Bom Kampung Melayu

Sementara di Manchester, teror bom bunuh diri itu menewaskan 22 orang.

Rekomendasi Untuk Anda

Kelompok Islamiq State of Iraq and Syria (ISIS), mengklaim berada di balik dua peristiwa teror tersebut.

Sementara itu, pihak Kepolisian di Indonesia belum mengumumkan siapa di balik aksi teror tersebut.

Wiranto menyebut teror ISIS memang semakin mengkhawatirkan, terutama dengan langkah mereka yang memperkuat basis di Filipina Selatan, yang berbatasan langsung dengan wilayah Indonesia di bagian Utara.

Hal tersebut menurutnya harus segera ditanggulangi.

"Negara-negara ini bersama-sama fokus untuk menangani kemungkinan adanya pengembangan ISIS di Asia Tenggara, khususnya di perairan Sulu atau di Filipina Selatan," kata Menko Polhukam.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas