Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Satu dari Tiga Perempuan Usia 15 hingga 64 Tahun Pernah Alami Kekerasan Seksual

Satu dari tiga perempuan usia 15 hingga 64 tahun atau sekitar 28 juta orang pernah mengalami kekerasan fisik atau kekerasan seksual.

Satu dari Tiga Perempuan Usia 15 hingga 64 Tahun Pernah Alami Kekerasan Seksual
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak
Rapat koordinasi teknis Kawasan Indonesia Tengah berpusat di Hotel Grand Senyiur Balikpapan tepatnya dari tanggal 29 hingga 31 Mei 2017. 

TRIBUNNEWS.COM, BALIKPAPAN - Satu dari tiga perempuan usia 15 hingga 64 tahun atau sekitar 28 juta orang pernah mengalami kekerasan fisik atau kekerasan seksual.

Secara presentase didapat 18,25 persen pernah mengalami kekerasan fisik dan kekerasan seksual oleh pasangannya, 31,74 persen pernah mengalami kekerasan fisik dan kekerasan seksual pernah/sedang memiliki pasangan, dan 42,71 persen pernah mengalami kekerasan fisik dan kekerasan seksual, belum pernah memiliki pasangan.

Ironisnya sekitar 1 dari 10 perempuan usia 15-64 tahun mengalaminya dalam 12 bulan terakhir.

Presentase yang sangat mengkhawatirkan ini tercatat oleh Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) Tahun 2016, hasil kerja sama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dengan Badan Pusat Statistik (BPS).

Mengingat kondisi tersebut, Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar sinergi pemerintah yang konkrit, tetapi juga dibutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.

Komitmen mengentaskan tindak kekerasan pada perempuan telah dicerminkan Kemen PPPA melalui program Three Ends (Tiga Akhiri) yaitu: Akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak; Akhiri perdagangan orang; Akhiri kesenjangan akses ekonomi bagi perempuan.

Baca: Berawal dari SMS Nyasar, ABG 16 Tahun Disetubuhi Lalu Dijual kepada Pria Hidung Belang

"Ketiga agenda tersebut harus berjalan sebagaimana diharapkan, sehingga di daerah-daerah pun harus teragenda yang dilaksanakan secara terprogram, konsisten, dan berkesinambungan. Maka dari itu dibutuhkan harmonisasi upaya yang dilakukan baik oleh pemerintah pusat maupun daerah," kata Vennetia R Danes, Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kemen PPPA dalam rilisnya kepada Tribunnews.com, Senin (29/5/2017).

Untuk mendukung suksesnya agenda Three Ends ini, bukan saja dituntut kemampuan teknis, melainkan juga kemampuan managerial yang dapat menggerakkan potensi dan sumber daya pembangunan di daerahnya, termasuk upaya dan kerja sama dengan private sector dan lembaga masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mengatasi kesenjangan yang terjadi di daerahnya.

Untuk optimalisasi pelaksanaan program perlindungan hak perempuan, maka perlu dukungan kebijakan daerah pada tataran pelaksanaannya.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas