Tribun

Bocah Kena Intimidasi, Politisi Gerindra Nilai Bukan Aksi Persekusi

Politisi Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menilai kasus yang menangkap beberapa orang di ibukota beberapa waktu lalu bukan aksi persekusi.

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Bocah Kena Intimidasi, Politisi Gerindra Nilai Bukan Aksi Persekusi
Tribunnews.com/ Dennis Destryawan
Abdul Majid (22) dan Mathusin (57) dua tersangka kasus persekusi terhadap anak di bawah umur PMA (15) di mapolda Metro Jaya, Jumat (2/6/2017). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Beberapa hari lalu, muncul secara viral video mengenai anak di bawah umur yang terkena aksi persekusi.

Kini dua diantara para persekusi lainnya ditahan aparat kepolisian$

Politisi Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menilai kasus yang menangkap beberapa orang di ibukota beberapa waktu lalu bukan aksi persekusi.

Pasalnya Dasco berpendapat intimdasi tidak dilakukan karena sentimen rasisme.

"Yang terjadi di berbagai kasus di Jakarta menurut kami tidak tergolong persekusi karena tidak ada sentimen kebencian rasisme," ujar Dasco, Senin (5/6/2017).

Baca: Ini Dua Pelaku yang Jadi Tersangka Kasus Persekusi terhadap Bocah 15 Tahun di Cipinang Jaktim

Menurut Dasco para pelaku yang dituduh melakukan persekusi, tidak membenci anak di bawah umur tersebut karena suku dan budayanya.

Hal yang dipermasalahkan orang-orang tersebut kata Dasco karena menyinggung pihak lain.

"Orang yang didatangi ramai-ramai oleh warga biasanya bukan karena identitas rasnya melainkan dikarenakan perbuatnnya yang menyinggung pribadi orang lain," ungkap Dasco.

Anggota DPR Komisi III itu memaparkan jika terjadi pelanggaran hukum, maka tuduhan yang dapat dikenakan adalah pidana biasa.

Hal itu kata Dasco sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Seperti penganiayaan sebagaimana diatur Pasal 351 sampai 355 KUHP atau perbuatan tidak menyenangkan sebagaimana diatur Pasal 368 KUHP," papar Dasco.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas