Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Anggota DPR: Penusukan Polisi Usai Beribadah di Masjid Perbuatan Biadab !

Politikus PKS ini juga mengimbau Kapolri agar meningkatkan kewaspadaan dan tetap mengedepankan fungsi intelijen

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Anggota DPR: Penusukan Polisi Usai Beribadah di Masjid Perbuatan Biadab !
Theresia Felisiani/Tribunnews.com
Sejumlah anggota Brimob berjaga di lokasi penembakan pelaku penusukan terhadap anggota Brimob di Masjid Falatehan yang ada di dekat Lapangan Bhayangkara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (30/6/2017).. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penusukan terhadap dua anggota Brimob semalam oleh seseorang pria tidak dikenal dinilai sebagai perbuatan yang biadab.

Apalagi sang pelaku melakukan aksinya di masjid Falatehan usai menjalankan ibadah salat Isya.

"Apapun motifnya menyerang aparat polisi, apalagi sedang melakukan ibadah adalah perbuatan biadab !,"ujar Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil dalam pernyataannya yang diterima Tribunnews, Sabtu(1/7/2017).

Nasir Djamil juga menyampaikan keprihatinan dan duka yang mendalam terhadap dua anggota polisi yang ditikam dengan pisau sangkur.

Kejadian tersebut memperlihatkan bahwa teror terhadap aparat Polri belum berhenti.

"Apakah kejahatan itu dilakukan oleh pelaku yang merupakan bagian dari jaringan teroris tertentu atau aksi " lone wolf" yang dilatarbelakangi oleh motif tertentu," ujar Nasir.

Begitupun terkait tewasnya pelaku, kata Nasir bahwa memang aparat tentu harus melakukan tindakan tegas karena dua anggota mereka ditikam.

Rekomendasi Untuk Anda

Sehingga menembak hingga tewas sulit dihindari.

"Tentu semua kita ingin pelakunya dilumpuhkan hidup-hidup sehingga akan terjawab motif dan siapa pelaku sebenarnya,"katanya.

Kepada pimpinan Polri, Politikus PKS ini juga mengimbau agar meningkatkan kewaspadaan dan tetap mengedepankan fungsi intelijennya guna bisa mendeteksi cepat orang-orang yang mencurigakan dan diperkirakan akan melakukan aksi kejahatan.

"Kejadian ini juga membuat program deradikalisasi harus dilakukan secara masif kepada kelompok-kelompok yang rentan disusupi jaringan terorisme,"tutup Nasir.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas